Tag Archives: pikun

6 hal yang perlu di lakukan sebelum berlibur bersama lansia

Siapa sih yang tidak senang berlibur? Bahkan ketika memasuki usia senja pun, liburan masih menjadi aktivitas yang menyenangkan untuk menghilangkan penat. Namun, sebelum Anda mengajak orangtua Anda yang sudah lansia untuk berlibur, ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan guna memastikan perjalanan tersebut aman dan menyenangkan bagi semua pihak.

Anda sebagai anak harus mempertimbangkan dan mengantisipasi berbagai hal, mengingat banyaknya keterbatasan yang di alami lansia ketika bergerak atau sekadar berjalan dengan jarak yang jauh. Di bawah ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum bepergian bersama lansia.

Berikut 6 hal yang harus dilakukan sebelum berlibur bersama lansia

 

1. Mintalah persetujuan perjalanan dari dokter

Hal pertama yang harus Anda lakukan ketika berniat traveling bersama orangtua yang sudah lanjut usia adalah, pastikan dulu Anda mendapat izin dari dokter mengenai kondisi kesehatan orangtua. Selain itu, cari tahu apakah orangtua Anda memerlukan vaksinasi tambahan atau resep obat baru sebelum bepergian

 

2. Pertimbangkan fasilitas lebih selama perjalanan

Kedua, coba pertimbangkan transportasi yang digunakan, hotel, tempat tujuan yang akan Anda datangi memiliki hal-hal yang diperlukan untuk para senior, seperti kursi roda atau tongkat jalan. Jika bepergian menggunakan pesawat, hubungi maskapai penerbangan yang Anda gunakan guna mengatur hal-hal yang harus dilewati.

Contoh ketika Anda memesan tiket pesawat, daftarkan orangtua lansia Anda sebagai penumpang berkebutuhan khusus (biasanya ini gratis). Maskapai pesawat akan menyediakan seseorang yang akan membantu dan juga sebuah kursi roda sehingga lansia Anda tidak akan kelelahan selama perjalanan. Anda juga bisa melewati antrian panjang melalui jalur prioritas.

 

3. Cari fasilitas medis terdekat di lokasi tujuan

Carilah fasilitas medis terdekat di tempat tujuan Anda traveling bersama para senior. Anda bisa melakukan riset sederhana untuk mengetahui di mana rumah sakit atau klinik terdekat untuk berjaga-jaga jika terjadi keadaan yang darurat.

Lalu, penting untuk selalu memastikan apakah rumah sakit tempat tujuan Anda berlibur tercakup oleh asuransi yang Anda punya. Dengan cara ini, jika terjadi keadaan darurat medis, Anda pun langsung sigap dan orangtua bisa ditangani dengan segera.

 

4. Berkemas secukupnya

Cobalah untuk tidak membawa barang bawaan terlalu banyak. Selain repot, hal ini dapat membuat traveling bersama lansia menjadi lebih sulit.

Disarankan untuk membawa barang-barang yang penting ketika dibutuhkan sehingga nantinya Anda bisa fokus membantu dan membawa orangtua menikmati liburan. Namun, jangan lupakan juga untuk selalu mengemas obat, asuransi dan beberapa peralatan khusus dalam satu tas, yang mungkin dibutuhkan orangtua Anda sewaktu-waktu.

 

5. Beri waktu istirahat saat berlibur

Saat merencanakan agenda perjalanan, baiknya tidak mengatur waktu secara terburu-buru. senior biasanya gampang lelah dan membutuhkan waktu istrahat yang banyak. Jadi pastikan Anda menyelipkan jadwal 1 sampai 2 jam untuk beristirahat.

 

6. Kumpulkan semua identifikasi dan dokumentasi yang diperlukan

Terakhir, kumpulkan semua identifikasi yang diperlukan selama perjalanan seperti paspor dan KTP. Masukkan mereka bersama tiket dan jadwal Anda sehingga semua dokumentasi Anda berada di satu tempat yang mudah ditemukan. Selain itu, kumpulkan dokumen asuransi, resep obat dan informasi medis lain yang dibutuhkan.

Anda bisa menggunakan gelang dengan GPS di dalamnya, atau note kecil berisi alamat dan informasi yang berbentuk kalung kepada orangtua. Biasanya kedua hal tersebut digunakan bagi orangtua yang mengidap demensia atau bentuk gangguan kognitif lainnya. Selain itu, persiapan tersebut bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, contohnya orangtua tersesat atau terpisah dari Anda.

 

11 Cara Agar Rumah Tetap Aman Bagi Lansia

11 Penyesuaian yang perlu di lakukan, Supaya Rumah Tetap Aman Bagi Lansia

Cedera diakibatkan karena terjatuh atau terbentur bisa berakibat fatal bagi orang tercinta yang sudah memasuki usia lanjut (lansia). Jadi, bila orangtua atau kerabat Anda yang sudah lansia tetap bersikukuh untuk tinggal sendiri di rumah, Anda perlu melakukan berbagai macam penyesuaian. Ini supaya agar lansia bisa hidup secara mandiri dan Anda juga jadi lebih tenang ketika sedang tidak berada di rumah. Berikut merupakan  sebelas hal yang harus Anda perhatikan dan pastikan apabila orangtua atau lansia tinggal sendiri di rumah.

 

1. Tambah pencahayaan

Daya Penglihatan orang tua akan semakin berkurang seiring berjalannya waktu, apalagi ketika memasuki waktu malam hari. Oleh karna itu, pastikan semua ruangan di rumah sudah cukup terang untuk lansia. Pasang lampu tambahan terutama di tempat-tempat yang butuh pencahayaan maksimal, seperti di dapur, di kamar mandi, dan di ruang tengah. Jika lampunya kurang terang, lansia bisa jadi salah membaca dosis obat atau jenis bumbu masak.

 

2. Pasang railing yang kokoh

Railing atau pegangan sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan lansia. Pasang railing yang kokoh, terutama di kamar mandi dan di tempat-tempat lain yang strategis. Misalnya kalau ada undakan di dalam rumah.

 

3. Sediakan tempat duduk di kamar mandi

Agar tak mudah lelah dan kehilangan keseimbangan, sediakan tempat duduk di kamar mandi. Jangan biarkan lansia duduk di atas kloset karena licin. Kalau bisa memang tempat duduk ini  cukup kuat dan ada sandarannya, agar ketika berusaha bangkit kursinya tidak akan bergeser karena licin. Untuk membantu lansia duduk dan berdiri, pasang railing di sisi tempat duduk.

 

4. Ganti toilet jongkok dengan toilet duduk

Kalau selama ini di rumah orangtua Anda masih memakai jenis toilet jongkok, segeralah ganti dengan toilet duduk yang tingginya pas. Ini karena toilet jongkok lebih berisiko dan kurang nyaman bagi lansia.

 

5. Usahakan kamar tidur di lantai satu

Jika rumah anda adalah jenis yang bertingkat. Usahakan kamar tidur untuk lansia berada di lantai satu. Kalau lansia tinggal sendiri, pindahkan kamar tidur dan kamar mandi jadi ke lantai satu supaya tak perlu naik turun tangga tanpa bantuan. Sebaiknya memang semua ruang utama (yang sering dipakai beraktivitas) terletak di lantai satu. Lantai dua bisa digunakan untuk penyimpanan barang atau kamar tamu.

 

6. Atur tinggi tempat tidur

Pastikan orang tercinta Anda bisa naik ke tempat tidur dan bangun dengan aman. Untuk itu, sebaiknya atur supaya tempat tidur tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi. Jika perlu, ganti kerangka tempat tidur yang lama. Menurut sebuah penelitian dalam Journal of the Academy of Medical-Surgical Nurses, sebaiknya tempat tidur lansia dibuat kira-kira setinggi lutut.

 

7. Hindari permukaan lantai atau keset yang licin

Agar tak mudah tergelincir, usahakan agar permukaan lantai atau keset tidak licin. Lantai dari kayu dan keramik memang lebih aman dibandingkan lantai marmer. Namun, untuk menyiasatinya Anda juga bisa memasang karpet yang teksturnya agak kasar. Pastikan juga keset di rumah menempel kuat pada permukaan lantai.

 

8. Sediakan senter di setiap sudut rumah

Untuk menyiapkan lansia dalam kondisi darurat seperti mati listrik, siapkan senter dan lampu darurat di setiap sudut rumah. Mulai dari kamar tidur, kamar mandi, dapur, ruang makan, ruang tengah, sampai garasi. Ajari orang tercinta Anda untuk mengoperasikan senter dan lampu darurat tersebut. Misalnya cara mengisi ulang daya baterai atau cara menyalakan dan mematikan lampu darurat.

 

9. Pasang bel di pagar atau pintu depan

Pendengaran lansia akan semakin melemah seiring berjalannya waktu. Jadi, pasang bel yang suaranya cukup keras di pagar atau pintu depan rumah supaya lansia tetap bisa mendengar saat ada tamu.

 

10. Pakai timer untuk memasak

Meskipun tampak sepele, timer untuk memasak sangat penting guna mencegah kebakaran atau masakan gosong. Pasalnya, lansia mungkin jadi lebih mudah lupa saat meninggalkan makanan atau rebusan air di dapur. Selalu ingatkan orangtua untuk menggunakan timer setiap kali menyalakan kompor, oven, atau penghangat makanan (microwave).

 

11. Hindari alat makan dari kaca atau keramik

Alat makan seperti piring, gelas, mangkok, dan sendok dari kaca atau keramik tebal lebih berat dan mudah pecah. Hal ini berisiko tinggi menyebabkan cedera. Maka, bila lansia sedang di tinggal di rumah sendiri gunakan alat makan dari melamin, plastik, atau keramik yang tipis dan ringan, sehingga mengurangi resiko cedera tersebut.

 

Mengintip kegiatan sehari hari warga senior di rukun senior living

Ketika kita mendengar kata usia lanjut (lansia atau lanjut usia)  kita langsung menilai bahwa seseorang yang telah memasuki usia lanjut, adalah orang yang sudah memasuki masa pensiun dan menjalani masa tua nya dengan istirahat. hal tersebut memang benar ketika seseorang sudah memasuki usia lanjut  kita tidak bisa menghindari nya karna itu merupakan salah satu fase alami kehidupan dari manusia.

akan tetapi kita patut melihat dari sisi positivenya, sudah seharusnya para warga senior yang sudah memasuki masa pensiunnya menikmati waktu emasnya untuk beristirahat dan mengisi waktu emasnya dengan kegiatan kegiatan yang menyenangkan bagi senior.

saat ini sudah banyak senior living living di indonesia yang memberikan pelayan terbaik dan mendedikasikan hidupnya untuk merawat dan menjaga para warga senior untuk menjalani kehidupan di masa emas usia mereka ketika memasuki masa pensiun. beberapa dari warga senior ada yang membutuhkan bantuan caregiver, ada juga warga senior yang tidak memerlukannya, hal tersebut juga tersedia di senior living. salah satu senior living yang di rekomendasikan adalah Rukun Senior Living yang bertempat di sentul, babakan madang no 99 bogor jawa barat.

RUKUN Senior Living menawarkan ragam sarana dalam satu kawasan hunian senior terpadu, dengan pelayanan yang berkesinambungan (Continuing Care Retirement Community). Dengan demikian warga dan keluarganya dapat senantiasa menyesuaikan pelayanan yang diterima berdasarkan perubahan gaya hidup warga.

Di rukun setiap warga senior menjalani berbagai aktivitas yang positive setiap harinya, setiap hari para warga senior di berikan kegiatan yang menunjang untuk kesehatan nya, dan di sediakan jadwal kegiatan yang cocok untuk para warga senior. Kehidupan yang menyenangkan dan aktif adalah tujuan utama yang Rukun berikan untuk para warga senior.

Kami menyadari bahwa kebutuhan setiap warga senior seunik kepribadiannya. Maka dalam melayani warga senior, kami juga menyediakan sarana yang menyesuaikan. RUKUN Senior Care didedikasikan bagi warga senior yang membutuhkan dukungan lebih dalam kehidupan sehari-hari.
A. Dementia Support – Pelayanan bagi warga yang membutuhkan dukungan koognitif akibat Alzheimer’s maupun kondisi demensia lainnya
B. Nursing Care – Pelayanan bagi warga dengan kebutuhan dukungan fisik yang lebih tinggi dalam melakukan kegiatan hidup sehari-hari (Activities of Daily Living)

C. Staff Activity siap sedia dengan aneka kegiatan setiap hari untuk mengoptimalkan kwalitas hidup setiap warga. Caregiver yang ramah dan terlatih selalu berada di tempat 24-jam untuk meyediakan pelayanan, dari bantuan berbusana, mandi, perawatan tubuh, makan, pengaturan obat-obatan, dan bantuan mobilitas.

Dengan suasana yang akrab, banyak interaksi dan kegiatan, dan pemantauan kesejahteraan yang dibutuhkan, warga dapat menikmati kehidupan yang optimal. salah satu kegiatan rutin dari rukun adalah  Exercise seperti senam seperti yang ada di gambar bawah ini.

Para warga senior melakukan senam selama kurang lebih 30 menit sehari agar tubuh menjadi lebih sehat dan bugar.

 

senam warga senior maret 2017

 

Setelah senam, kegiatan selanjutnya adalah jalan sehat, mengitari jalan sekitar yang ada di rukun senior living di dampingi caregiver yang sudah di latih dan handal untuk membantu para warga senior.

 

Sehabis jalan santai, warga senior di lanjutkan dengan kegiatan cooking club dengan di temani para ceregiver, terlihat wajah wajah antusias mereka saat kegiatan cooking club ini berlangsung.

cooking club

 

selesai memasak, para senior bergegas ke meja makan dan siap menyantap makanan yang baru saja mereka masak.

senior menyantap makan siang

Dengan berbagai kegiatan tersebut, senior dapat menikmati masa pensiun mereka dengan lebih bahagia dan lebih bermakna, karna hari hari mereka di isi dengan kegiatan yang positive dan penting untuk kesehatan mereka semua.

Event yang bisa di ikuti oleh warga senior, senior festival 2017

Sahabat senior dan keluarga, ikuti kemeriahan tiga acara dalam satu event => Senior Festival + RUKUN’s Got Talent + Line Dance Competition.
Sabtu, 8 April, 2017, di Darmawan Park, Sentul

Banyak cara untuk memeriahkan acara:


– Tampilkan talenta anda di atas panggung RUKUN’s Got Talent.
– Hadir sebagai fans teman-teman yang akan pentas.
– Ikuti lomba Line Dance atau menari just for fun.
– Nikmati bazaar kuliner

 

 

 

Untuk informasi pendaftaran dan detail setiap acara, silahkan unduh flyer terkait, atau hubungi, kontak yang ada di flyer. atau hubungi nomor ini. 021 8795 1525.

Acara ini didukung oleh: RUKUN Senior Living, Asosiasi Senior Living Indonesia – ASLI, Senior Living D’KHAYANGAN, Alzheimer Indonesia, Ole Suites, Confidence Adult Care, Insan Medika,

Latihan otak untuk warga senior

Orang yang telah lanjut usia umumnya dikenal kolot (kuno) dan tidak dapat berubah kepribadiannya. Namun ternyata dengan melatih kemampuan mental, lansia juga dapat mengubah kepribadiannya menjadi lebih terbuka akan tantangan dan ide-ide baru.

Penelitian ini adalah yang pertama kalinya menunjukkan bahwa penanganan selain dengan memberikan obat atau psikoterapi, dapat mengubah kepribadian lansia. Temuan ini menepis asumsi bahwa kepribadian orang dewasa, khususnya lansia akan tetap bertahan terhadap perubahan.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Psychology and Aging ini melibatkan 183 orang dewasa berusia 60 tahun sampai 94 tahun. Sekitar setengah dari peserta yang terdaftar dalam program pelatihan kognitif dirancang untuk meningkatkan pengenalan pola dan memecahkan soal keterampilan.

Program ini dilakukan selama 16 minggu, meliputi sesi kelas dan seperangkat soal serta teka-teki yang harus diselesaikan di rumah. Tingkat kesulitan teka-teki meningkat dari waktu ke waktu, tetapi disesuaikan dengan tingkat keahlian peserta berdasarkan skor yang diperoleh sebelumnya. Sebagai kelompok kontrol, setengah dari peserta tidak diikutsertakan dalam program pelatihan ini.

“Program pelatihan ini dirancang agar menjadi menantang tanpa terlalu berlebihan. Ini adalah kombinasi yang baik untuk membantu seseorang menjadi nyaman dengan pengalaman dan tantangan baru,” kata peneliti, Elizabeth Stine-Morrow, profesor psikologi pendidikan di University of Illinois seperti dilansir myhealthnewsdaily.com.

Tes kemampuan kognitif dan kepribadian diberikan pada awal dan akhir penelitian. Tes kepribadian menilai lima sifat kepribadian utama: extraversion (sifat yang mudah bergaul), keramahan, kesadaran, neurotisisme dan keterbukaan.

Keterbukaan adalah ukuran dari seberapa terbuka seseorang terhadap tantangan dan hal baru. Orang yang mendapat skor tinggi pada aspek keterbukaan cenderung ingin tahu, kreatif dan terbuka pada ide-ide baru dan pengejaran intelektual.

Seperti yang diharapkan, tugas memecahkan soal ini dapat meningkatkan keterampilan peserta. Selain itu, peserta yang menyelesaikan program mengalami peningkatan nilai pada sifat kepribadian keterbukaan dibandingkan dengan yang tidak ikut dalam program ini. Sedangkan skor untuk sifat-sifat kepribadian lain tidak berubah selama penelitian.

“Tumbuhnya kepercayaan diri dalam kemampuan penalaran lansia mungkin diaktifkan oleh kesenangan yang lebih besar dari upaya-upaya yang menantang intelektualitas dan kreatifitas,” pungkas Stine-Morrow.

10 Makanan yang di rekomendasikan untuk warga senior

Setiap orang memang sebaiknya rajin mengonsumsi makanan sehat. Namun seiring bertambahnya usia, lebih baik pola makan semakin dijaga karena penyakit juga mudah datang menyerang.

di kutip dari lama EHow, berikut merupakan makanan yang di rekomendasikan untuk sering di konsumsi oleh warga senior . Apa saja? Simak langsung selengkapnya.

1. Gandum

Gandum utuh adalah makanan pertama yang wajib dikonsumsi ketika usia sudah mencapai 50 tahun. Fungsinya adalah melancarkan pencernaan karena kandungan seratnya yang tinggi.

Agar gandum bisa dikonsumsi setiap hari, jadikan makanan ini sebagai pengganti nasi. Sebab selain serat, gandum juga mengandung berbagai nutrisi lain yang tidak ditemukan di dalam nasi.

2. Kacang-kacangan

Makanan super lain bagi Anda yang berusia 50 tahun ke atas adalah kacang-kacangan, termasuk di dalamnya kacang merah, kacang hitam, dan jenis kacang-kacangan lainnya.

Kacang-kacangan mengandung serat, protein, dan kalium yang bekerja melawan sodium – biasanya memicu peningkatan tekanan darah. Karena kandungan proteinnya yang tinggi, kacang-kacangan bisa dibilang sebagai pengganti daging bagi vegetarian.

3. Kentang

Makanan sehat lain yang kaya akan kalium adalah kentang. Sebaiknya kentang ini pun dinikmati bersama kulitnya yang juga bernutrisi.

Cara paling sehat memakan sayuran putih ini adalah dengan cara dikukus, dipanggang, atau dihaluskan. Ketika mengolah kentang, jangan membuang kulitnya. Namun jangan lupa untuk membersihkan kentang dengan baik agar tak ada pasir yang masih tertinggal di kulit.

4. Ikan

Dengan menambah asupan asam lemak omega-3, kondisi tubuh di usia 50 tahun akan semakin kebal terhadap penyakit. Selain itu, asam lemak omega-3 juga ampuh melawan penurunan kognitif otak dan penyakit Alzheimer.

Lantas apa sumber asam lemak omega-3 terbaik yang bisa dikonsumsi? Jawabannya adalah ikan salmon. Sebaiknya nikmati makanan segar daripada mendapatkan nutrisi tersebut dari suplemen.

5. Alpukat

Untuk urusan buah, alpukat adalah makanan yang wajib dikonsumsi jika usia sudah mencapai 50 tahun. Sebab di dalamnya mengandung lemak baik yang menyehatkan jantung.

Buah alpukat yang lezat pun bisa dinikmati dalam berbagai olahan makanan. Misalnya dimakan langsung, diolah menjadi jus, campuran salad, sampai olesan roti sebagai pengganti selai.

6. Blueberry

Buah lain yang juga lezat dan sehat adalah blueberry. Di dalamnya kaya akan antioksidan yang menjaga kekebalan tubuh, terutama bagi orang-orang lanjut usia.

Selain blueberry, buah berwarna ungu lain yang bisa dikonsumsi adalah plum dan anggur. Meskipun demikian, semakin berwarna-warni buah-buahan yang dimakan, semakin baik dampaknya bagi kesehatan. Jadi jangan ragu mencoba berbagai jenis buah lainnya.

7. Apel

Sama seperti kentang, buah apel, pir, dan persik memiliki kandungan nutrisi tinggi dalam kulitnya. Sehingga ketika makan buah-buahan tersebut, jangan membuang bagian kulit dan langsung nikmati dalam bentuk segar.

Buah paling baik dinikmati dalam bentuk segar. Sebab kandungan nutrisinya lebih tinggi dan masih lengkap. Namun jika ingin mengolahnya menjadi jus, jangan mengupas kulitnya. Sebab membuang kulit apel sama dengan membuang nutrisinya.

8. Kopi

Kabar baik bagi pecinta kopi, sebab minuman ini juga dianjurkan agar tetap dikonsumsi di usia 50 tahun ke atas. Namun jangan lupa untuk membatasi konsumsinya sebanyak satu cangkir saja setiap hari.

Kopi merupakan minuman yang kaya akan antioksidan. Meskipun demikian, penting bagi sebagian orang untuk berkonsultasi lebih dulu dengan dokter jika ingin tetap menikmati kopi di usia 50 tahunan.

9. Kue kering

Banyak orang menganggap makan sehat artinya menghapus konsumsi makanan yang rasanya manis. Padahal hal itu tidak benar. Makanan manis tetap bisa dikonsumsi, asalkan jumlahnya dibatasi.

Salah satu cara menikmati makanan manis adalah dengan makan kue kering. Anda bisa membuatnya sendiri dari bahan-bahan yang aman dan menyehatkan. Pemanis pun bisa diganti dari gula menjadi madu yang lebih bergizi.

10. Air putih

Air putih adalah komponen penting dalam diet sehat di segala usia, salah satunya bagi lansia di atas umur 50 tahun. Fungsi minum air putih sangat beragam. Mulai dari mengusir racun dari dalam tubuh sampai mengedarkan nutrisi ke seluruh sel.

Air putih adalah pilihan terbaik. Namun jika bosan dengan rasanya, coba tambahkan irisan lemon, semangka, strawberry, atau buah-buahan lain yang menyegarkan.

Merawat Lansia, sebuah kesenangan dan dedikasi dalam hidup

Di Indonesia, sebagai negara yang kental dengan adat ketimuran, bukanlah sebuah hal yang aneh bila dalam satu keluarga terdapat anggota keluarga yang telah lanjut usia (lansia). Lansia yang tinggal bersama kita bisa saja adalah orang tua kita, nenek atau kakek kita atau bahkan lansia yang dititipkan perawatannya kepada kita.
Pada kebanyakan negara maju, lansia banyak menghabiskan sisa hidupnya di panti – panti jompo. Pada kondisi ini tentu saja permasalahan yang terjadi tidak sekomplek bila lanjut usia dirawat di rumah. Pada panti jompo, fasilitas dan sarana perawatan telah didisain sehingga cocok untuk usia lanjut. Terlebih kebahagiaan berkumpul bersama kawan – kawan yang seusia meminimalkan respon stres pada lansia.
Fasilitas dan sarana di rumah belum tentu serupa dengan lingkungan panti jompo namun hal tersebut tentu saja tidak menjadi alasan dan hambatan dalam merawat lansia yang tinggal bersama kita. Hanya dibutuhkan teknik modifikasi lingkungan bagi lansia yang tinggal di rumah. Beberapa hal yang dapat diuji coba bersama lansia kita dirumah diantaranya :

1. Kenali psikologis warga senior, Para lansia kebanyakan akan kembali bersikap seperti anak kecil bahkan sikapnya bisa saja melebihi kemanjaan seorang balita. Tidak perlu risau, dengan memahami apa – apa yang menjadi kebutuhan lansia, kita akan bisa menjalani kehidupan yang menyenangkan bersama lansia.

2. Sediakan waktu untuk mendengarkan, Kebanyakan lansia terkait dengan pengalaman hidupnya sangat menyukai bercerita tentang masa lalu. Jangan pernah bosan untuk mendengarkan, penempatan diri sebagai pendengar yang baik tentu akan sangat membantu, walaupun kemungkinan cerita itu telah diulang sebanyak hampir seratus kali. Pikirkan bahwa suatu waktu kita mungkin saja mencapai kondisi seperti itu pada masa tua nanti.

3. Kenali saat lansia marah, Adakalanya lansia marah atau kecewa terhadap suatu hal yang tidak bisa dijelaskan penyebabnya. Penerimaan sepenuhnya terhadap kondisi marah dari lansia akan membantunya untuk kembali berpikir logis.

4. Perhatikan lingkungan rumah, Selain perhatian terhadap aspek psikologis dari lansia, hal lain yang perlu diperhatikan adalah keamanan lingkungan rumah, diantaranya : Pencahayaan, Upayakan rumah dengan pencahayaan yang cukup terutama pada tempat tempat yang sering dilalui lansia, misalnya kamar mandi, ruang makan, ruang baca, dan sebagainya.

Jangan sampai ada genangan air, Secara fisik, lansia telah banyak mengalami kemunduran. Hal tersebut tentu saja meningkatkan risiko cedera pada lansia, diantaranya terjatuh, maka keluarga bertanggungjawab untuk menjaga agar lansia tidak jatuh, salah satunya dengan tidak membiarkan adanya genangan air dilingkungan rumah.

Sediakan alat bantu, Alat bantu yang dimaksud dapat bervariasi. Sebagai contoh, peletakan tiang atau gagang pegangan pada kamar mandi dan tangga akan sangat membantu bagi lansia. Letakkan penunjuk arah/waktu atau nomor telepon penting dengan tulisan yang cukup besar dan mudah terlihat, Lansia ada yang sudah mengalami disorientasi tempat dan waktu. Penempatan jam pada dinding yang sering dilalui lansia merupakan pilihan bijaksana.

Disamping itu, penempatan penunjuk arah akan membantu lansia dapat segera menemukan ruangan yang ditujunya. Untuk nomor telepon penting atau sering digunakan oleh lansia sebaiknya diletakkan/di tempel didekat pesawat telepon.Besar tulisan harus diupayakan cukup besar agar terbaca oleh lansia. Jangan gunakan warna yang menyolok, karena dapat menyakiti mata lansia.

5. Bantu lansia melaksanakan hobi nya, Setiap orang selalu ingin melaksanakan hal – hal yang menjadi kesukaannya, begitupun dengan lansia. Sediakan kebutuhan bagi pelaksanaan hobi lansia, hal ini akan sangat membantu bagi kesehatan psikologisnya yang secara tidak langsung akan berefek bagi kesehatan fisiknya. Untuk lansia yang gemar membaca, sediakan buku – buku bacaan sesuai minatnya. Dengan membaca terjadi stimulasi otak lansia yang dapat mengurangi efek pikun bagi lansia.
Bila kita telah mencoba beberapa tips diatas, maka kehidupan bahagia bersama lansia akan tercapai. Lansia bukan lagi dipandang sebagai individu yang merepotkan namun sebagai individu yang berjasa terhadap kehidupan kita. Bila kita menjadi lansia kelak, bukankah kita juga menginginkan perlakuan serta perawatan yang baik dari anak dan cucu kita? Jika ya, maka berbahagialah bersama lansia dirumah.

tips makan makanan sehat bernutrisi untuk warga senior

Ketika kita menua, mengonsumsi makanan dengan baik dapat meningkatkan ketajaman mental, tingkat energi, dan ketahanan terhadap penyakit. Diet sehat juga dapat menjadi kunci untuk pandangan yang positif dan tetap secara emosi seimbang. Tapi makan yang sehat tidak harus tentang diet dan pengorbanan. Berapa pun usia Anda, makan dengan baik harus semua tentang segar, makanan lezat, bahan-bahan yang sehat, dan makan dengan teman-teman dan keluarga.

 

 

Memberi makan yang baik untuk tubuh dan pikiran

Tidak masalah usia atau kebiasaan makan Anda sebelumnya, tidak pernah terlambat mengubah diet Anda dan meningkatkan cara Anda berpikir dan merasa. Meningkatkan diet Anda sekarang dapat membantu Anda:

 

1. Hidup lebih lama dan lebih kuat – Baik imunitas meningkatkan gizi, perkelahian racun penyebab penyakit, menjaga berat badan di cek, dan mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, tekanan darah tinggi, diabetes tipe-2, keropos tulang, dan kanker.

 

2. Mempertajam pikiran Anda – Orang yang makan buah, sayuran berdaun, dan ikan dan kacang-kacangan dikemas dengan asam lemak omega-3 dapat meningkatkan fokus dan mengurangi risiko penyakit Alzheimer. teh hijau yang kaya antioksidan juga dapat meningkatkan memori dan kewaspadaan mental seperti usia Anda.

 

3. Merasa lebih baik – makanan sehat memberikan Anda lebih banyak energi dan membantu Anda terlihat lebih baik, sehingga dorongan untuk suasana hati Anda dan harga diri. Ini semua Koneksi-saat tubuh Anda merasa baik Anda merasa lebih bahagia di dalam dan luar.

 

Membuat program diet sehat

Kunci dari makan sehat adalah fokus pada secara keseluruhan, pengolahan makanan minimal  yang di butuhkan ketika usia anda bertambah. Makanan yang di maksud adalah makanan yang masih memiliki nutrisi sealami mungkin. tubuh kita merespon secara berbeda terhadap makanan yang berbeda, tergantung pada genetika dan faktor kesehatan lainnya, sehingga menemukan diet yang sehat yang bekerja terbaik untuk Anda dapat mengambil beberapa eksperimen.

A. Buah Buahan – mulailah konsumsi apel dan pisang secara rutin setiap harinya. Di anjurkan dengan 2-3 porsi sehari.

 

B. Sayuran – mulailah mengkonsumsi sayuran sayuran hijau yang kaya akan antioksidan seperti, bayam, dan brokoli serta sayuran berwarna seperti wortel dan labu, kemudian anda jus dan Coba untuk meminumnya 2-3 cangkir setiap hari.

 

C. Kalsium – Menjaga kesehatan tulang , dangan mengkonsumsi asupan kalsium yang cukup untuk mencegah penyakit osteoporosis dan patah tulang. Warga senior membutuhkan 1.200 mg kalsium per hari yang bisa di peroleh dari 1 porsi susu, yogurt, atau keju. sumber-sumber non-susu termasuk tahu, brokoli, almon, dan kubis.

D. Biji Bijian – mengkonsumsi biji bijian yang kaya akan karbohidrat contohnya memilih biji gandum utuh ketimbang tepung putih. kemudian diproses agar lebih banyak nutrisi dan lebih banyak serat.

 

E. lemak sehat – Karena lemak begitu padat kalori, dapat membuat Anda merasa kenyang dan membuat Anda merasa kenyang lebih lama.

 

F. Protein – warga senior yang berusia di atas 50 tahun tanpa penyakit ginjal atau diabetes membutuhkan protein sekitar 1 sampai 1,5 gram per kilogram (2.2lbs) dari berat badan (0,5 g protein per pon berat badan cukup dekat).

 

Mendapatkan lebih banyak protein yang berkualitas tinggi dalam program diet Anda

Seiring pertambahan usia, mengonsumsi protein berkualitas tinggi yang cukup dapat memperbaiki mood, meningkatkan ketahanan terhadap stres, kecemasan, dan depresi, dan bahkan membantu Anda untuk berpikir secara jernih. Namun, terlalu banyak makan protein berkualitas rendah dari daging merah industri mengangkat dan produk daging olahan, seperti hot dog, dan daging asap, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, kanker, atau masalah kesehatan lainnya.

Variasikan sumber protein Anda bukan mengandalkan hanya dari daging saja, masukkan juga ikan, kacang-kacangan, kacang polong, telur, kacang-kacangan, biji-bijian, susu dan keju dalam diet Anda.

Mengurangi jumlah karbohidrat yang anda konsumsi dari makanan seperti kue-kue, kue, pizza, kue dan keripik-dan menggantinya dengan protein berkualitas tinggi

 

Cobalah untuk menerapkan program “hari Senin tanpa daging” setiap minggunya. protein nabati lebih murah dibandingkan dengan daging, itu akan membuat anda sehat dan dapat menghemat biaya anda juga. Terapkan juga “Hari ikan pada hari jumat” dapat membantu mendorong Anda untuk makan lebih banyak makanan laut.

 

Air – Saat kita menua, beberapa di antara kita yang rentan terhadap dehidrasi karena pemahaman kita saat kita haus mungkin tidak akan menimbulkan efek berbahaya. Ingatlah untuk minum air secara teratur untuk menghindari infeksi saluran kemih, sembelit, dan atau kekeliruan yang di sebabkan.

 

Vitamin B – Setelah memasuki usia 50, perut Anda menghasilkan lebih sedikit asam lambung sehingga sulit untuk menyerap vitamin B-12-yang diperlukan untuk membantu menjaga darah dan saraf yang sehat. Dapatkan asupan harian yang direkomendasikan (2,4 mcg) dari makanan yang diperkaya B12 atau suplemen vitamin.

 

Vitamin D – Dengan bertambahnya usia, kulit kita kurang efisien dalam mensintesiskan vitamin D, sehingga berkonsultasilah dengan dokter Anda tentang melengkapi diet Anda dengan makanan yang diperkaya atau multivitamin, terutama jika Anda obesitas atau memiliki keterbatasan terkena sinar matahari.

 

Kurangi kadar gula dan karbohidrat olahan

Saat fungsi indera pengecap dan penciuman bau berkurang seiring bertambah usia, kita mempertahankan kemampuan untuk membedakan rasa manis yang paling lama, menyebabkan banyak warga senior untuk mengkonsumsi lebih banyak gula dan karbohidrat olahan dari yang sehat. Tidak seperti karbohidrat kompleks yang kaya serat, karbohidrat olahan atau sederhana (seperti beras putih, tepung putih, gula halus) dapat menyebabkan lonjakan dramatis dalam gula darah, diikuti oleh kondisi yang cepat yang membuat Anda merasa lapar dan rawan untuk kembali makan secara berlebihan

Mengurangi jumlah tepung, manisan, dan makanan penutup dalam diet Anda hanya merupakan sebagian dari solusi. Gula tersembunyi dalam makanan yang beragam seperti sup kaleng dan sayuran, saus pasta, margarin, makanan beku, dan banyak makanan berlabel “rendah lemak” atau “mengurangi lemak.” Semua gula tersembunyi ini memberikan kontribusi nol nutrisi tetapi banyak kalori kosong yang dapat menyebabkan perubahan suasana hati dan merusak program diet sehat..

 

Perlahan-lahan mengurangi gula dalam diet Anda sedikit pada suatu waktu. Anda akan memberi waktu selera Anda untuk menyesuaikan dan dapat menyapih diri dari keinginan untuk permen dan makanan manis.

Bukannya menambahkan gula, meningkatkan manisnya makanan dengan menggunakan makanan yang manis secara alami seperti buah, paprika, atau ubi jalar.

Ganti karbohidrat olahan dengan karbohidrat kompleks seperti oatmeal, kacang-kacangan, sayuran, andother makanan serat tinggi. Anda akan merasa lebih kenyang, lebih puas, dan memiliki lebih banyak energi.

Periksa label dan memilih produk “bebas gula” atau “tidak ditambahkan gula”. Menggunakan bahan-bahan segar atau beku bukan makanan kaleng, dan menghindari makanan cepat saji.

 

Jangan menggantikan lemak dengan karbohidrat. Produsen sering mengganti sumber lemak sehat jenuh, seperti seluruh yogurt lemak, dengan versi rendah lemak yang dikemas dengan gula atau pemanis buatan untuk menebus hilangnya rasa.

 

Hindari minuman soda dan  kopi manis. Satu kaleng soda mengandung 10-12 sendok teh gula dan sekitar 150 kalori. Bahkan pemanis buatan dapat memicu mengidam gula yang berkontribusi terhadap kenaikan berat badan. Sebaliknya, cobalah beralih ke air berkarbonasi dengan lemon atau percikan jus.

Apa itu pikun, penyebab pikun dan metode cara mengobatinya

 

Penyakit kepikunan mulai muncul ketika seseorang mulai merasa kesulitan untuk mengingat sesuatu. Meskipun kepikunan adalah fase umum dari penuaan, situasi ini juga dapat berupa sebuah gejala penyakit atau efek samping dari konsumsi obat-obatan yang tidak sesuai dosis.

Otak merupakan bagian tubuh yang paling vital dan rumit yang bertanggung jawab untuk berbagai proses yang terjadi pada anggota badan lainnya, termasuk cara otak bekerja menyimpan dan menampilkan ingatan seseorang. Ingatan sangat penting karena ingatan berisi hal yang di simpan seperti kenangan indah dan peristiwa penting yang terjadi bagi setiap orang. Dalam hal yang lebih dalam, ingatan akan membantu melengkapi hidup kita dan membuat kita lebih terkoneksi dengan emosi kita, membangun hubungan dengan orang lain, dan memperkenalkan identitas diri kita..

Namun, banyak hal yang dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk dapat mengingat suatu informasi ataupun ingatan tertentu.

Masalah dengan ingatan dapat menjadi gejala awal  pikun. Perubahan tersebut sering halus dan cenderung melibatkan ingatan jangka pendek. Orang yang lebih tua mungkin dapat mengingat peristiwa yang terjadi pada tahun lalu tapi tidak ingat apa yang mereka makan sarapan tadi.

 

Gejala yang terjadi pada penderita penyakit Pikun

Gejala lain dari perubahan dalam ingatan jangka pendek meliputi lupa di mana mereka meninggalkan barang, berusaha untuk mengingat mengapa mereka memasuki ruang tertentu, atau melupakan apa yang seharusnya mereka lakukan pada hari itu.

Berikut merupakan gejala yang di ketahui, yang ada pada penderita pikun

 

Kesulitan menemukan kata yang tepat

gejala awal lain dari pikun sedang berjuang untuk mengkomunikasikan isi pikiran. Seseorang yang pikun mungkin mengalami kesulitan menjelaskan sesuatu atau menemukan kata yang tepat untuk di ungkapkan. Memulai percakapan dengan seseorang yang pikun  bisa mengalami kesulitan, dan butuh waktu lebih lama dari biasanya untuk mengerti apa yang di bicarakan.

 

Perubahan suasana hati

Perubahan suasana hati juga umum dengan penyakit pikun. Jika Andamengidap pikun, tidak selalu mudah untuk mengenali diri anda, tetapi Anda mungkin melihat perubahan dalam orang lain. Depresi, misalnya, adalah khas pikun pada awalnya.

 

Seiring dengan perubahan mood, Anda mungkin juga melihat perubahan kepribadian. Salah satu jenis khas perubahan kepribadian terlihat dari penyakit pikun adalah perubahan dari menjadi malu untuk keluar rumah. Hal ini karena kondisi sering mempengaruhi penilaian.

 

Apati

Apatis, atau kelesuan, umumnya terjadi pada gejala pikun awal. Seseorang orang yang telah mememiliki tanda tanda kepikunan bisa kehilangan minat dalam hobi atau kegiatan. Mereka mungkin tidak ingin pergi keluar lagi atau melakukan sesuatu yang menyenangkan. Mereka mungkin kehilangan minat dalam menghabiskan waktu dengan teman-teman dan keluarga, dan mereka mungkin tampak emosional dan datar.

 

Kesulitan menyelesaikan tugas-tugas mudah

menyelesaikan tugas-tugas mudah secara lebih lambat dapat menunjukkan bahwa seseorang memiliki kepikunan awal. Hal ini biasanya dimulai dengan kesulitan melakukan tugas yang lebih kompleks seperti menyeimbangkan cek buku  atau bermain game yang memiliki banyak aturan.

Seiring dengan usaha mereka untuk menyelesaikan tugas-tugas yang mudah, mereka mungkin berjuang untuk belajar bagaimana melakukan hal-hal baru atau mengikuti rutinitas baru.

 

Kebingungan

Seseorang di tahap awal kepikunan mungkin sering merasa bingung. Ketika ingatan, berpikir, atau penilaian penyimpangan, kebingungan mungkin timbul karena mereka tidak bisa lagi mengingat wajah, menemukan kata yang tepat, atau berinteraksi dengan orang-orang secara normal.

Kebingungan dapat terjadi karena sejumlah alasan dan berlaku untuk situasi yang berbeda. Misalnya, mereka mungkin salah menaruhkan kunci mobil mereka, atau mengalami kesulitan mengingat seseorang yang mereka pernah bertemu sebelumnya.

 

Kesulitan mengikuti alur cerita

Kesulitan mengikuti alur cerita dapat terjadi karena kepikunan awal. Ini adalah gejala awal klasik.

Sama seperti menemukan dan menggunakan kata yang tepat menjadi sulit, orang-orang dengan kepikunan terkadang lupa makna kata-kata yang mereka dengar atau berusaha memahami isi percakapan.

 

Merasa tak tau arah

Rasa arah dan orientasi spasial umumnya mulai memburuk dengan terjadinya kepikunan. Hal ini dapat terjadi ketika seseorang merasa kehilangan arah yang mungkin sebelumnya sering di lakukan . Hal ini juga menjadi lebih sulit untuk mengikuti serangkaian arah dan petunjuk langkah-demi-langkah.

 

Berusaha untuk beradaptasi dengan perubahan

Untuk seseorang yang menderita kepikunan pada tahap awal, pengalaman bisa menyebabkan ketakutan. Tiba-tiba, mereka tidak ingat orang yang mereka kenal atau mengikuti apa yang dikatakan orang. Mereka tidak ingat mengapa mereka pergi ke toko, dan mereka tersesat dalam perjalanan pulang.

Karena itu, mereka mungkin mendambakan rutinitas dan takut untuk mencoba pengalaman baru. Kesulitan beradaptasi untuk berubah juga merupakan gejala khas demensia awal.

 

Penyebab terjadinya Pikun

Ingatan dapat dipengaruhi oleh proses penuaan. Semakin tua seseorang, berbagai macam proses dan reaksi kimia terjadi pada beberapa organ vital, termasuk juga otak. Perubahan yang terjadi ini di sisi lain dapat mempengaruhi bagian pada otak yang mengatur sistem  panca indera dan ingatan. Ini dapat menjelaskan bagaimana orang yang usianya lebih tua lebih sulit mempelajari hal yang baru atau mengingat informasi yang baru.

Di sisi lain, terjadinya penyakit kepikunan ini dapat disebabkan oleh beberapa penyakit juga di antaranya adalah :

 

1. Demensia mempengaruhi cara berpikir, perilaku dan kemampuan untuk melakukan kegiatan biasa sehari-hari. ciri khas munculnya demensia adalah ketidakmampuan melakukan aktivitas sehari-hari yang di akibatkan dari berkurangnya kemampuan mengenali dan mengingat.

2. frontotemporal merupakan jenis demensia yang di sebabkan oleh kerusakan pada bagian depan dan temporal lobe dan demensia tubuh Lewy, yang memiliki tanda khas dan gejala yang mirip dengan penyakit Alzheimer

3. Amnesia adalah kondisi dimana seseorang tiba tiba lupa ingatan yang di akibatkan dari sebuah trauma atau kecelakaan yang terjadi pada otak . Tidak seperti yang di ketahui secara umum, amnesia tidak mengakibatkan seseorang lupa mengenai atas identitas dirinya sendiri. Namun, orang yang terkena amnesia dapat mengalami kesulitan dalam mengingat kejadian sebelum terjadinya trauma tersebut atau juga dapat mengalami kesulitan untuk mengingat ingatan jangka pendek setelah kecelakaan terjadi. Meskipun sebagian orang dapat mendapatkan ingatannya kembali, sebagian orang juga akhirnya tidak dapat mengingatnya lagi secara permanen.

4. Obat-obatan: Beberapa jenis obat-obatan, seperti obat anti depresi atau biasa disebut obat antidepresan diketahui dapat mengubah bagian otak, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kemampuan organ vital tersebut untuk menyimpan dan mengingat suatu hal kejadian.
Gaya hidup:gaya hidup seseorang juga dapat mempengaruhi seseorang terkena penyakit kepikunan, setiap orang. Seseorang yang dapat mudah terkena kepikunan biasanya kekurangan vitamin b1, suka merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol.

 

Metode Pengobatan yang Tersedia

umumnya, kepikunan, terutama yang disebabkan oleh suatu penyakit, dapat terjadi secara perlahan lahan dan ketika penyakit tersebut ditemukan, biasanya kondisinya sudah sampai ke tahap selanjutnya. Dalam sebuah penelitian terbaru, ditemukan bahwa penyakit kepikunan awal muncul pada usia 65 sampai 75 tahun keatas, tetapi kerusakan yang terjadi pada bagian otak sebenarnya sudah mulai terjadi sejak 20 tahun sebelumnya.

cara terbaik yang di yakini untuk mengatasi masalah kepikunan yang disebabkan oleh penyakit adalah dengan  melakukan pemeriksaan secara teratur, termasuk juga rutin melakukan tes darah. Pemeriksaan ini dapat memunculkan masalah kesehatan yang berpotensi kepada otak. Seseorang harus lebih memperhatikan tanda tanda yang mungkin tidak terlalu tampak, seperti tanda-tanda perubahan sikap seseorang atau semakin sulitnya seseorang meningat informasi tertentu. Perawatan dari penyakit kepikunan ini tergantung dari penyebab utamanya. Jika masalahnya disebabkan oleh faktor usia, orang tersebut dapat mengatasinya dengan cara:

1. Menuliskan aktivitas penting dan tugas tugasnya dalam sebuah catatan, sebagai pengingat
2. Melakukan aktivitas yang mengasah otak anda, seperti main teka teki silang dan menulis puisi.
3. Menceritakan ingatan kenangan anda sesering mungkin.
Seseorang yang sehat dapat mencegah terjadinya kepikunan dengan cara:

1. Tidur secara teratur, tidur yang ideal maksimal 8 jam tidak lebih.
2. Berhenti mengkonsumsi minuman beralkohol
3. Berhenti merokok
4. Menghindari kegiatan yang menyebabkan stress dan kecemasan.

Apa itu demensia: jenis, gejala, fakta, mencegah, penyebab penyakit demensia dan metode cara mengobatinya

 

Apa itu Demensia?

Mungkin banyak dari kita sering mendengar kata demensia, dan mengganggap bahwa demensia adalah sebuah penyakit. Tahukah anda bahwa sebenarnya Demensia atau biasa di sebut pikun bukanlah sebuah penyakit. namun merupakan suatu gejala yang disebabkan oleh kelainan pada otak yang menggambarkan gejala seperti gangguan memori, komunikasi, dan berpikir.

Demensia mempengaruhi cara berpikir, kelakuan dan kemampuan untuk melakukan kegiatan biasa sehari-hari. Fungsi otak cukup banyak terpengaruh sehingga mengganggu aktivitas yang di lakukan oleh penderita. ciri khas munculnya demensia adalah ketidakmampuan melakukan aktivitas sehari-hari yang di akibatkan dari berkurangnya kemampuan mengenali dan mengingat .

Penyebab terjadinya demensia

Demensia dapat terjadi akibat Degenerasi neuron atau sel otak, atau dengan gangguan pada sistem tubuh lainnya yang mempengaruhi cara kerja neuron. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan demensia, termasuk penyakit-penyakit pada otak. penyebab yang membuat seseorang mengalami Demensia, umumnya karena penyakit-penyakit kronik.

Demensia terdiri dari dua jenis kategori demensia yang bisa disembuhkan dan tidak bisa/belum untuk disembuhkan. Kategori pertama adalah demensia yang bisa disembuhkan dengan obat dan penanganan yang baik dan intens, sementara kategori kedua adalah demensia yang terus memburuk dan tidak dapat cegah dan di obati.

Berikut adalah penyebab demensia yang dapat disembuhkan yaitu:

1.Penyalahgunaan konsumsi zat terlarang dalam jangka panjang

2.Tumor otak yang dapat diangkat

3.Hematoma subdural atau pendarahan di kepala pada rongga subdural

4.Gangguan kelenjar tiroid

5.Kurangnya vitamin, terutama Vitamin B12

6.Hipoglikemia atau gula darah rendah

7.Hidrosefalus tekanan khas atau membesarnya ventrikel otak yang dapat menyebabkan hilangnya ingatan

Berikut adalah penyebab demensia yang tidak dapat disembuhkan:

1. Penyakit Alzheimer adalah rupa demensia yang paling umum, berjumlah kira-kira dua-pertiga dari semua kasus yang telah terjadi. Penyakit ini menyebabkan berkurangnya kemampuan kognitif secara berangsur-angsur, sering bermula dengan kehilangan daya ingat. Memburuknya penyakit alzheimer berlangsung secara perlahan, 8-10 tahun. Para penderita alzheimer biasanya menunjukan gejala kesulitan untuk mencari kata-kata yang tepat ketika ingin berbicara dan mudah lupa.

2. Demensia Vaskular penyebabnya di karenakan kerusakan otak akibat kurangnya aliran darah ke otak, yang menyebabkan kematian beberapa sel otak dan stroke . Demensia biasa terjadi pada orang yang menderita tekanan darah tinggi dan pasien yang mempunyai riwayat stroke atau serangan jantung.

3. Demensia Lewy Body Ini merupakan salah satu jenis demensia yang masih belum dapat di sembuhkan. Gejala utama yang muncul adalah halusinasi visual dan gejala penyakit patkinson seperti getaran pada tangan dan otot kaku. Penderita demensia Lewy Body dapat mengalami gangguan tidur, termasuk melakukan kegiatan saat bermimpi.

4. Demensia Frontotemporal sel-sel otak yang berada pada lobus transient dan frontal atau daerah depan mengalami penurunan fungsi, yang berakibat pada kelainan perilaku, bahasa, serta kesulitan dalam berpikir, berkonsentrasi dan bergerak.

 

 

Berbagai Jenis Demensia

Jenis demensia bergantung pada penyebabnya yang merupakan gangguan organ tubuh akibat penyakit degeneratif. Di samping kerusakan otak yang menyebabkan penyakit alzheimer, beberapa jenis demensia lain adalah:

1. Demensia vaskuler

Merupakan gangguan kognitif yang terjadi pada penderita stroke dan sering tidak disadari oleh seseorang. Penderita stroke yang sudah pulih dari stroke, tidak mengalami kelumpuhan, atau bahkan belum terdiagnosis stroke dapat mengalami demensia. Penyebab utamanya adalah tersumbatnya pembuluh darah otak dan pendarahan pada otak. Gejala demensia pada penyakit stroke tergantung pada bagian otak yang terkena stroke.

 

Gejala Demensia Vaskuler yang muncul dapat berupa:

1. Gangguan ingatan sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari

2. Kesulitan berbicara dan mengerti perkataan

3. Kesulitan mengenali bentuk dan suara

4. Kebingungan

5. Perubahan mood dan kepribadian

6. Kesulitan berjalan sehingga sering terjatuh saat sedang mencoba berjalan

 

 

2. Lewy bodies demensia (LDB)

Lewy bodies merupakan istilah untuk penumpukan protein alpa-synuclein pada bagian korteks otak. Kondisi ini akan menyebabkan perubahan pada otak dan mengakibatkan seseorang mengalami demensia. Beberapa gejala yang mungkin terjadi adalah:

1. Kesulitan tidur gejala awal yang umumnya disebabkan kondisi Lewy bodies

2. Kesulitan berpikir jernih, membuat keputusan dan konsentrasi

3. Kesulitan mengingat seuatu

4. Sering berhalusinasi

5. Melamun dengan tatapan kosong alpha-synuclein terjadi pada range dalam otak yang disebut

6. Kesulitan untuk bergerak, tubuh bergetar dan cenderung lambat dalam bergerak

7. Demensia pada penyakit Parkinson

 

 

3. Demensia yang terjadi pada penyakit patkinson

demensia yang penyebabnya adalah kerusakan sel otak seperti pada LDB, namun penumpukan protein alpha-synuclein terjadi pada range dalam otak yang disebut substantia nigra dapat menyebabkan rusaknya saraf otak yang berfungsi untuk menghasilkan dopamin. Gejala demensia jenis ini sama dengan gejala LDB dan biasanya muncul setelah 10 tahun mengalami penyakit parkinson.

4. Demensia campuran

Merupakan jenis demensia yang disebabkan oleh beberapa penyakit yang menimbulkan gejala demensia. Demensia campuran biasanya disebabkan oleh penumpukan protein pada otak seperti pada kasus LBD dan penyumbatan aliran darah otak seperti pada demensia vaskuler. Gejala yang ditimbulkan sesuai dengan gangguan yang menyebabkan demensia pada individu.

5. Demensia frontotemporal

Penyebab utama dari demensia jenis ini adalah kerusakan sel pada bagian depan otak dikarenakan penumpukan protein dan berbagai penyakit otak yang disebabkan protein TDP43. Gejala utama dari demensia frontotemporal adalah gangguan perilaku disertai gejala yang mirip dengan LDB.

6. Penyakit Huntington

Penyakit Huntington berasal dari kelainan genetik yang menyebabkan seseorang mengalami gejala demensia yang muncul pada usia 30 – 50 tahun, ciri cirinya di antaranya:

1. Gangguan berpikir dan mengingat

2. Gangguan dalam membuat perencanaan dan mengorganisir sesuatu

3. Gangguan berkonsentrasi

 

7. Demensia Creutzfeldt-Jakob

Demensia yang di akibatkan gangguan otak yang disebabkan oleh suatu protein prion yang berakibat otak seseorang berubah menjadi bentuk yang tidak ordinary dari biasanya. Kondisi inilah yang menyebabkan gejala demensia. Paparan protein prion pada otak akan menyebabkan gejala demensia semakin memburuk dengan sangat cepat. Gejala yang di akibatkan di antaranya:

1. Mengalami gangguan dalam berpikir

2. Mengalami Kebingungan

3. Perubahan Mood

4. Depresi

5. Otot bergerak tidak biasa

6. Sulit untuk tidur

7. Kesulitan untuk berjalan

 

 

8. Hydrocephalus tekanan biasa

Demensia jenis ini disebabkan oleh penumpukan cairan pada otak. Gejala yang ditimbulkan antara lain:

1. Kesulitan berjalan

2. Kesulitan berpikir dan berkonsentrasi

3. Berubahnya kepribadian dan perilaku

4. Gejala demensia akan menurun keparahannya dengan mengeluarkan cairan berlebih di dalam otak.

5. Sindrom Wernicke-Korsakoff

Gangguan ini biasanya dialami oleh seseorang yang sudah mengkonsumsi alkohol dalam jangka waktu yang cukup lama akibatnya otak mengalami kekurangan vitamin B1. Gejala yang di akibatkan hanya berkaitan dengan gangguan ingatan, sedangkan kemampuan kognitif lainnya tetap berjalan biasa.

 

 

 

Gejala umum saat Demensia

Demensia mempengaruhi setiap orang dengan cara yang berbeda, tergantung pada dampak dari penyakit dan kepribadian seseorang sebelum mengalami sakit tersebut. Tanda-tanda dan gejala terkait dengan demensia dapat dipahami dalam tiga tahap.. Berikut adalah tanda-tanda demensia:

Tahap awal: tahap awal demensia sering diabaikan, karena awalnya sebagian orang menganggap hal tersebut hal yang biasa. Berikut adalah gejalanya

1. Mulai Sering lupa

2. Seperti kehilangan waktu

3. Merasa tersesat di tempat yang commonplace.

Tahap Tengah: saat demensia berkembang ke tahap tengah, tanda-tanda dan gejala menjadi lebih jelas dan lebih meyakinkan. Berikut adalah gejalanya:

1. Cepat melupakan kejadian yang baru terjadi dan nama orang lain

2. Merasa di tempat asing ketika berada di rumah.

3. Memiliki kesulitan untuk berkomunikasi

4. Membutuhkan perawatan pribadi

5. Mengalami perubahan perilaku

Tahap Terakhir: Pada tahap ini penderita demensia mengalami gangguan ingatan yang semakin serius dan tanda fisik semakin jelas:

Berikut gejala umumnya:

1. Sering Tidak menyadari waktu dan tempat

2. Mengalami kesulitan mengenali kerabat dan teman

3. Sangat membutuhkan perawat pribadi

4. Mengalami kesuiltan untuk berjalan

 

 

Fakta Tentang Demensia:

1.Demensia adalah sindrom di mana ada berkurangnya memori, berpikir, perilaku dan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

2. Meskipun demensia terutama mempengaruhi orang tua, itu bukan bagian typical dari penuaan.

3. Di seluruh dunia, 47,5 juta orang mengalami demensia dan ada 7,7 juta kasus baru setiap tahun.

4.Penyakit Alzheimer adalah penyebab paling umum dari demensia dan dapat berkontribusi 60-70% kasus.

5.Demensia adalah salah satu penyebab utama kecacatan dan ketergantungan antara orang-orang tua di seluruh dunia.

6.Demensia memiliki dampak fisik, psikologis, sosial dan ekonomi pada perawat, keluarga dan masyarakat.

 

 

Pengobatan untuk penderita Demensia

Seseorang yang di diagnosa mengalami demensia, dibutuhkan waktu untuk benar-benar mempelajari gejala yang timbul. Hal pertama yang dapat dilakukan ialah berkonsultasi dengan dokter umum.

Pemeriksaan meliputi penyelidikan terhadap kegiatan keseharian pasien, dan kapan gejala-gejala tersebut timbul. Pemeriksaan fisik laboratorium, dan mental pasien juga dibutuhkan untuk mendiagnosa demensia.

Ketika demensia sudah terdiagnosis, segeralah merujuk ke dokter agar segera mendapatkan penanganan