Tag Archives: tips kesehatan

2 cara untuk mengatasi masalah tidur malam hari pada lansia

 

Umumnya senior memiliki  banyak masalah untuk tidur sepanjang malam senior cenderung memiliki waktu sulit untuk tertidur dengan pulas. Itu berarti Anda mungkin harus bangun saat mereka terbangun. Anda perlu memastikan mereka tidak jatuh saat pergi ke kamar mandi, mencoba pergi ke luar, atau melakukan sesuatu yang membangunkan semua orang rumah.

Itu cukup melelahkan bukan? Kami punya 2 cara untuk mengatasi masalah tidur senior sehingga Anda berdua bisa beristirahat lebih banyak di malam hari.

 

Penyebab masalah tidur pada senior

Memahami mengapa senior mengalami kesulitan tidur nyenyak dapat membantu memperbaiki situasi Anda.

Seringkali, jika Anda bertanya mengapa mereka tidak bisa tidur, mereka tidak akan tahu atau tidak akan bisa mengungkapkannya dengan jelas. Anda mungkin harus bermain detektif untuk mengetahui penyebabnya.

Berikut merupakan beberapa hal penyebab mengapa senior mengalami kesulitan untuk tidur:

 

  1. Ketidaknyamanan dari kondisi medis
  2. Efek samping obat
  3. Pergi buang air kecil ketika malam hari
  4. Jadwal tidur / bangun tidak teratur
  5. Siang hari tidur siang
  6. Terlalu banyak waktu yang dihabiskan di tempat tidur

 

2 cara untuk memperbaiki tidur mereka (dan Anda!)

Untuk membantu Anda berdua tidur lebih nyenyak di malam hari, Anda harus memecahkan masalah tersebut , berikut merupakan sedikit ulasannya.

 

  1. selalu konsultasikan dengan dokter mereka

a. Tuliskan saat mereka tidur dan bangun sekitar seminggu sehingga Anda bisa menggambarkan pola atau jadwal dengan jelas.

b. Tanyakan apakah rasa sakit akibat kondisi medis atau efek samping obat bisa menimbulkan masalah. Cari tahu apakah jika meningkatkan / menurunkan dosis, mengganti obat, atau mengganti waktu pengobatan bisa memperbaiki situasi.

-Tanyakan apakah obat penghilang rasa sakit ringan sebelum tidur atau jika alat bantu tidur yang lebih aman, seperti antihistamin, bisa membantu.

 

  1. Mulai merubah gaya hidup

Minuman

Mulailah mengurangi komsumsi minuman yang mengandung kafein, bahkan di siang hari. Mulai lah beralih dari kopi ke the atau ke kopi tanpa kafein jika mereka menolak untuk mengganti minuman mereka.

Batasi cairan beberapa jam sebelum tidur. Cobalah untuk membuat mereka minum lebih banyak air di awal hari.

Selalu meminyaki mereka (setidaknya mencoba) sebelum tidur.

Jika mereka bangun karena khawatir tentang kecelakaan, dorong mengenakan pakaian dalam sekali pakai di malam hari – tidak harus menggunakan, hanya untuk ketenangan pikiran.

 

Rutinitas

 

Buat jadwal kegiatan regular untuk mereka . Bangun dan tidur pada waktu yang sama setiap hari membantu memberi isyarat kepada tubuh mereka bahwa sudah waktunya tidur.

Batasi panjang dan frekuensi tidur siang siang, terutama di sore hari.

Turunkan jumlah waktu yang dihabiskan di tempat tidur. Misalnya, jika mereka biasanya tidur dari jam 10 malam sampai jam 8 pagi, pertimbangkan untuk pindah ke jadwal pukul 11 malam sampai jam 7 pagi.

Cobalah periode angin turun mulai satu jam sebelum tidur. Mainkan musik yang menenangkan, fokus pada aktivitas yang lembut, atau berikan pijat singkat untuk melemaskan otot.

Kenyamanan

A. Periksa untuk melihat apakah kasur mereka nyaman dan mendukung.

B. Jaga ruangan pada suhu sedang agar tidak terlalu panas atau terlalu dingin.

C. Pertimbangkan untuk mendapatkan bantal atau boneka binatang untuk dipeluk sehingga mereka merasa aman dan hangat.

 

 

6 hal yang perlu di lakukan sebelum berlibur bersama lansia

Siapa sih yang tidak senang berlibur? Bahkan ketika memasuki usia senja pun, liburan masih menjadi aktivitas yang menyenangkan untuk menghilangkan penat. Namun, sebelum Anda mengajak orangtua Anda yang sudah lansia untuk berlibur, ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan guna memastikan perjalanan tersebut aman dan menyenangkan bagi semua pihak.

Anda sebagai anak harus mempertimbangkan dan mengantisipasi berbagai hal, mengingat banyaknya keterbatasan yang di alami lansia ketika bergerak atau sekadar berjalan dengan jarak yang jauh. Di bawah ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum bepergian bersama lansia.

Berikut 6 hal yang harus dilakukan sebelum berlibur bersama lansia

 

1. Mintalah persetujuan perjalanan dari dokter

Hal pertama yang harus Anda lakukan ketika berniat traveling bersama orangtua yang sudah lanjut usia adalah, pastikan dulu Anda mendapat izin dari dokter mengenai kondisi kesehatan orangtua. Selain itu, cari tahu apakah orangtua Anda memerlukan vaksinasi tambahan atau resep obat baru sebelum bepergian

 

2. Pertimbangkan fasilitas lebih selama perjalanan

Kedua, coba pertimbangkan transportasi yang digunakan, hotel, tempat tujuan yang akan Anda datangi memiliki hal-hal yang diperlukan untuk para senior, seperti kursi roda atau tongkat jalan. Jika bepergian menggunakan pesawat, hubungi maskapai penerbangan yang Anda gunakan guna mengatur hal-hal yang harus dilewati.

Contoh ketika Anda memesan tiket pesawat, daftarkan orangtua lansia Anda sebagai penumpang berkebutuhan khusus (biasanya ini gratis). Maskapai pesawat akan menyediakan seseorang yang akan membantu dan juga sebuah kursi roda sehingga lansia Anda tidak akan kelelahan selama perjalanan. Anda juga bisa melewati antrian panjang melalui jalur prioritas.

 

3. Cari fasilitas medis terdekat di lokasi tujuan

Carilah fasilitas medis terdekat di tempat tujuan Anda traveling bersama para senior. Anda bisa melakukan riset sederhana untuk mengetahui di mana rumah sakit atau klinik terdekat untuk berjaga-jaga jika terjadi keadaan yang darurat.

Lalu, penting untuk selalu memastikan apakah rumah sakit tempat tujuan Anda berlibur tercakup oleh asuransi yang Anda punya. Dengan cara ini, jika terjadi keadaan darurat medis, Anda pun langsung sigap dan orangtua bisa ditangani dengan segera.

 

4. Berkemas secukupnya

Cobalah untuk tidak membawa barang bawaan terlalu banyak. Selain repot, hal ini dapat membuat traveling bersama lansia menjadi lebih sulit.

Disarankan untuk membawa barang-barang yang penting ketika dibutuhkan sehingga nantinya Anda bisa fokus membantu dan membawa orangtua menikmati liburan. Namun, jangan lupakan juga untuk selalu mengemas obat, asuransi dan beberapa peralatan khusus dalam satu tas, yang mungkin dibutuhkan orangtua Anda sewaktu-waktu.

 

5. Beri waktu istirahat saat berlibur

Saat merencanakan agenda perjalanan, baiknya tidak mengatur waktu secara terburu-buru. senior biasanya gampang lelah dan membutuhkan waktu istrahat yang banyak. Jadi pastikan Anda menyelipkan jadwal 1 sampai 2 jam untuk beristirahat.

 

6. Kumpulkan semua identifikasi dan dokumentasi yang diperlukan

Terakhir, kumpulkan semua identifikasi yang diperlukan selama perjalanan seperti paspor dan KTP. Masukkan mereka bersama tiket dan jadwal Anda sehingga semua dokumentasi Anda berada di satu tempat yang mudah ditemukan. Selain itu, kumpulkan dokumen asuransi, resep obat dan informasi medis lain yang dibutuhkan.

Anda bisa menggunakan gelang dengan GPS di dalamnya, atau note kecil berisi alamat dan informasi yang berbentuk kalung kepada orangtua. Biasanya kedua hal tersebut digunakan bagi orangtua yang mengidap demensia atau bentuk gangguan kognitif lainnya. Selain itu, persiapan tersebut bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, contohnya orangtua tersesat atau terpisah dari Anda.

 

9 Tips Mengurangi Risiko Serangan Jantung Atau Stroke

Banyak kondisi yang dapat menyebabkan bertambahnya peluang terkena penyakit jantung seperti tekanan darah tinggi, kolestrol tinggi, dan diabetes. Segeralah bertindak agar menurunkan resiko anda terkena penyakit jantung dan stroke. Banyak hal yang bisa anda lakukan untuk mengurangi resiko nya, berikut merupakan beberapa tips yang bisa anda terapkan agar anda dapat mengurangi resiko terkena penyakit jantung dan stroke/

 

1. Berolahraga dengan Intensitas ringan

Olahraga dengan intesitas ringan di percaya dapat menurunkan risiko serangan jantung sekitar 30-50%. Olahraga aerobik sampai 30 menit selama setidaknya 5 hari seminggu. Pada 2 hari lainnya, latihlah kekuatan. Jika merasa kelelahan, bagilah menjadi beberapa bagian, dan manfaatkan waktu sebisa mungkin. Cobalah berjalan selama 15 menit di pagi hari dan lainnya sebelum makan siang.

 

2. Menjaga berat badan yang ideal

Jika Anda mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, Anda tidak perlu kurus untuk mengurangi risiko serangan jantung dan stroke. Kehilangan 5-10% berat badan anda saja sudah dapat memperbaiki kandungan kolesterol dan menurunkan tekanan darah dan gula darah dalam tubuh.

 

3. Minum Obat jantung sesuai saran dokter

Sebuah studi yang di lakukan di amerika menemukan bahwa 130,000 penduduk Amerika meninggal setiap tahun karena tidak minum obat jantung sesuai dengan saran dokter. Temukan apa yang mencegah Anda minum obat – seperti efek samping, harga, atau sering lupa – dan mintalah saran yang di anjurkan oleh dokter.

 

4. Makan Makanan bergizi

Usahakan mengikuti diet sehat dan Anda mampu mengurangi risiko penyakit jantung sebanyak 25%. Isi piring Anda dengan berbagai macam buah-buahan, sayur-sayuran, gandum utuh, ikan, dan daging tanpa lemak.

 

5. Mengurangi konsumsi Minuman Beralkohol

Jika anda memang seorang yang rutin mengkonsumsi minuman beralkohol, kabar baiknya adalah alkohol dapat membantu kerja jantung Anda. Namun, jangan salah di artikan mengkonsumsi alkohol dalam jumlah berlebih juga memiliki dampak yang buruk yaitu meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, serangan jantung, stroke, dan gejala fibrilasi atrial. Untuk mendhindari resiko dari kemungkinan terburuk, batasi kadar konsumsi alkohol anda sampai segelas saja bagi wanita dan dua gelas bagi pria.

 

6. Makan sedikit cokelat

Beberapa studi menunjukkan bahwa orang yang makan cokelat lebih dari sekali seminggu menurunkan risiko penyakit jantung sampai hampir 40%, diabetes sekitar 30%, dan stroke sekitar 30%. Sampai peneliti menentukan jumlah cokelat yang menurunkan risiko, jaga porsi makan Anda tetap kecil sehingga berat badan Anda tidak bertambah dan memperberat kerja jantung.

7. Berhenti merokok

Merokok meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke secara drastis. Anda bahkan tidak boleh menjadi perokok pasif.  Setiap tahun, sekitar 46,000 orang meninggal karena penyakit jantung yang disebabkan oleh paparan asap rokok.

 

8. Memeriksa kondisi Gigi

Pembersihan gigi setiap 6 bulan sekali mungkin mengurangi risiko serangan jantung sebanyak 24% dan stroke 13%. Dokter gigi mungkin juga menemukan tanda penyakit jantung – seperti gusi membengkak atau gigi rontok – sebelum Anda atau dokter menemukan gejala, sehingga Anda mendapatkan perawatan lebih cepat.

 

9. Perhatikan gejala dan segera konsultasikan dengan dokter

Jika anda merasakan gejala seperti sesak nafas, sakit dan nyeri di bagian dada, merasa lemah dan mudah pusing, gelisah dan berkeringat, Jangan hanya berharap gejala Anda akan hilang segeralah pergi ke dokter untuk mengecek kondisi anda. Dokter bisa melakukan banyak hal untuk mengobati masalah jantung.

 

11 Cara Agar Rumah Tetap Aman Bagi Lansia

11 Penyesuaian yang perlu di lakukan, Supaya Rumah Tetap Aman Bagi Lansia

Cedera diakibatkan karena terjatuh atau terbentur bisa berakibat fatal bagi orang tercinta yang sudah memasuki usia lanjut (lansia). Jadi, bila orangtua atau kerabat Anda yang sudah lansia tetap bersikukuh untuk tinggal sendiri di rumah, Anda perlu melakukan berbagai macam penyesuaian. Ini supaya agar lansia bisa hidup secara mandiri dan Anda juga jadi lebih tenang ketika sedang tidak berada di rumah. Berikut merupakan  sebelas hal yang harus Anda perhatikan dan pastikan apabila orangtua atau lansia tinggal sendiri di rumah.

 

1. Tambah pencahayaan

Daya Penglihatan orang tua akan semakin berkurang seiring berjalannya waktu, apalagi ketika memasuki waktu malam hari. Oleh karna itu, pastikan semua ruangan di rumah sudah cukup terang untuk lansia. Pasang lampu tambahan terutama di tempat-tempat yang butuh pencahayaan maksimal, seperti di dapur, di kamar mandi, dan di ruang tengah. Jika lampunya kurang terang, lansia bisa jadi salah membaca dosis obat atau jenis bumbu masak.

 

2. Pasang railing yang kokoh

Railing atau pegangan sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan lansia. Pasang railing yang kokoh, terutama di kamar mandi dan di tempat-tempat lain yang strategis. Misalnya kalau ada undakan di dalam rumah.

 

3. Sediakan tempat duduk di kamar mandi

Agar tak mudah lelah dan kehilangan keseimbangan, sediakan tempat duduk di kamar mandi. Jangan biarkan lansia duduk di atas kloset karena licin. Kalau bisa memang tempat duduk ini  cukup kuat dan ada sandarannya, agar ketika berusaha bangkit kursinya tidak akan bergeser karena licin. Untuk membantu lansia duduk dan berdiri, pasang railing di sisi tempat duduk.

 

4. Ganti toilet jongkok dengan toilet duduk

Kalau selama ini di rumah orangtua Anda masih memakai jenis toilet jongkok, segeralah ganti dengan toilet duduk yang tingginya pas. Ini karena toilet jongkok lebih berisiko dan kurang nyaman bagi lansia.

 

5. Usahakan kamar tidur di lantai satu

Jika rumah anda adalah jenis yang bertingkat. Usahakan kamar tidur untuk lansia berada di lantai satu. Kalau lansia tinggal sendiri, pindahkan kamar tidur dan kamar mandi jadi ke lantai satu supaya tak perlu naik turun tangga tanpa bantuan. Sebaiknya memang semua ruang utama (yang sering dipakai beraktivitas) terletak di lantai satu. Lantai dua bisa digunakan untuk penyimpanan barang atau kamar tamu.

 

6. Atur tinggi tempat tidur

Pastikan orang tercinta Anda bisa naik ke tempat tidur dan bangun dengan aman. Untuk itu, sebaiknya atur supaya tempat tidur tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi. Jika perlu, ganti kerangka tempat tidur yang lama. Menurut sebuah penelitian dalam Journal of the Academy of Medical-Surgical Nurses, sebaiknya tempat tidur lansia dibuat kira-kira setinggi lutut.

 

7. Hindari permukaan lantai atau keset yang licin

Agar tak mudah tergelincir, usahakan agar permukaan lantai atau keset tidak licin. Lantai dari kayu dan keramik memang lebih aman dibandingkan lantai marmer. Namun, untuk menyiasatinya Anda juga bisa memasang karpet yang teksturnya agak kasar. Pastikan juga keset di rumah menempel kuat pada permukaan lantai.

 

8. Sediakan senter di setiap sudut rumah

Untuk menyiapkan lansia dalam kondisi darurat seperti mati listrik, siapkan senter dan lampu darurat di setiap sudut rumah. Mulai dari kamar tidur, kamar mandi, dapur, ruang makan, ruang tengah, sampai garasi. Ajari orang tercinta Anda untuk mengoperasikan senter dan lampu darurat tersebut. Misalnya cara mengisi ulang daya baterai atau cara menyalakan dan mematikan lampu darurat.

 

9. Pasang bel di pagar atau pintu depan

Pendengaran lansia akan semakin melemah seiring berjalannya waktu. Jadi, pasang bel yang suaranya cukup keras di pagar atau pintu depan rumah supaya lansia tetap bisa mendengar saat ada tamu.

 

10. Pakai timer untuk memasak

Meskipun tampak sepele, timer untuk memasak sangat penting guna mencegah kebakaran atau masakan gosong. Pasalnya, lansia mungkin jadi lebih mudah lupa saat meninggalkan makanan atau rebusan air di dapur. Selalu ingatkan orangtua untuk menggunakan timer setiap kali menyalakan kompor, oven, atau penghangat makanan (microwave).

 

11. Hindari alat makan dari kaca atau keramik

Alat makan seperti piring, gelas, mangkok, dan sendok dari kaca atau keramik tebal lebih berat dan mudah pecah. Hal ini berisiko tinggi menyebabkan cedera. Maka, bila lansia sedang di tinggal di rumah sendiri gunakan alat makan dari melamin, plastik, atau keramik yang tipis dan ringan, sehingga mengurangi resiko cedera tersebut.

 

Beberapa Jenis Olahraga yang cocok Untuk warga lanjut usia

Beberapa Jenis Olahraga yang cocok Untuk warga lanjut usia

Secara umum banyak warga senior yang sudah memasuki usia 65 tahun menghabiskan waktunya selama 10 jam atau lebih hanya untuk duduk dan berbaring tanpa melakukan aktivitas lain, hal tersebut memicu gaya hidup sedentari. Menerapkan pola  Gaya hidup seperti itu sangat rentan menyebabkan munculnya berbagai penyakit degeneratif.

Oleh karena itu, para warga usia lanjut yang telah memasuki usia 65 tahun keatas di anjurkan untuk melaksanakan kegiatan olahragaolahraga harus mulai di lakukan sejak usia dini dan di lakukan sampai usia lanjut, karena dengan melakukan olahraga secara rutin dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh , bertambahnya proses metabolism tubuh, dan dapat mencegah berbagai penyakit kronis seperti diabetes mellitus, jantung koroner, stroke, hipertensi, obesitas, dan penyakit lainnya.

Berolahraga juga sangat bermanfaat untuk para warga usia lanjut diantaranya yaitu, membantu untuk menjaga kebugaran, membuat otot, sendi, serta tendon kuat dan menurunkan risiko terkena cedera.

 

Jenis olahraga apa saja yang cocok untuk para warga senior yang sudah memasuki usia lanjut? Berikut merupakan beberapa jenis olahraga yang di rekomendasikan.

 

1.Olahraga aerobik

Dengan olahraga Aerobik dapat membantu para warga usia lanjut untuk membakar lemak berlebih, menurunkan tekanan darah dan kolesterol jahat, dan menjaga kelenturan dan kesehatan sendi, menjaga kesehatan jantung, serta dapat meningkatkan tingkat energi tubuh secara keseluruhan. Membangun kekuatan tubuh memang membutuhkan waktu dan tergantung dengan tingkat aktivitas dan status kesehatan yang Anda miliki.

Cobalah untuk memulai dengan melakukan gerakan sederhana seperti squat atau sit-up. Proses pembentukan otot memerlukan waktu, namun melakukan olahraga sangat bermanfaat untuk lansia. Anda bisa memulainya dengan cara melakukan gerakan yang low-impact, seperti squat (menggunakan kursi yang ada di rumah), taichi, berenang, berjalan, bersepeda. Jika Anda melakukan hal tersebut dengan rutin setidaknya dalam waktu 6  minggu, Anda akan merasakan dampaknya bagi kesehatan, seperti lebih merasa bugar dan kuat.

Bila Anda berusia 65 tahun atau bahkan lebih, Center for Disease Control and Prevention (CDC) menganjurkan untuk melakukan olahraga aerobik minimal 150 menit per minggu dengan tingkat intensitas gerakan yang sedang. Sedangkan 75 menit per minggu untuk olahraga yang berintesitas tinggi.

 

2.Melatih kekuatan

Meskipun Anda melakukan olahraga untuk melatih beberapa otot saja, hal ini tetap memberikan dampak besar untuk lansia. Dengan begitu setidaknya Anda mampu dan kuat untuk mengangkat belanjaan ketika berbelanja, menaiki tangga, dan bangun dari tempat tidur atau kursi. CDC merekomendasikan untuk melatih kekuatan otot setidaknya 2 kali dalam seminggu.

 

Anda bisa melakukannya dengan berlatih mengangkat sesuatu beban yang ringan, seperti 500 gram atau 1 kg dan dilakukan secara rutin, 10 hingga 15 kali setiap latihannya. Hal ini membantu Anda untuk memperkuat otot lengan dan otot dada. Selain itu, gerakan push-up, squat, atau sit-up yang sangat sederhana untuk dilakukan dapat menguatkan otot kaki, otot punggung, otot perut, otot bahu, otot lengan, dan otot dada.

Untuk memudahkan Anda, berikut modifikasi gerakan push-up yang dapat dilakukan:

a. Berdiri berhadapan dengan tembok dan beri jarak sekitar 30 cm dari posisi Anda berdiri.

b. Condongkan badan Anda ke arah tembok dan letakkan kedua telapak tangan Anda setara dengan bahu pada tembok tersebut.

c. Perlahan-lahan, tekuk siku Anda dan lakukan seperti gerakan push-up.

Lakukan hal tersebut 10 kali.

 

3.Melatih keseimbangan

Dari data CDC, diketahui bahwa setiap tahunnya terdapat 2,5 juta lansia yang dibawa ke bagian instalasi gawat darurat akibat cedera karena jatuh. Kelompok lansia rentan cedera akibat jatuh karena kemampuan keseimbangannya menurun seiring dengan bertambahnya usia. Namun, jika keseimbangan dilatih maka hal tersebut dapat dicegah. Yoga adalah salah satu olahraga yang dapat melatih keseimbangan pada lansia. Lalu gerakan sederhana apa yang dapat dilakukan untuk melatih keseimbangan pada kelompok lansia?

Cobalah beberapa gerakan ini untuk melatih keseimbangan Anda:

a.Berdirilah membelakangi kursi. Usahakan kursi yang dipakai kuat untuk menahan diri Anda.

b.Salah satu tangan memegang pinggung, sementara letakkan telapak tangan satunya di kursi yang berada di belakang Anda.

c.Kemudian tekuk kaki kanan dan tahan selama 10 detik.

d.Lakukan hal ini bergantian dengan kaki kiri dan diulangi sebanyak 9 kali, jika lelah, Anda boleh berhenti sebentar kemudian melanjutkannya kembali.

 

 

4. Melatih kelenturan

Apakah Anda merasa kaku dan kemudian hal itu menghambat aktivitas Anda sehari-hari? Atau apakah Anda pernah merasakan otot tegang pada tubuh? Jika ya, maka hal ini menunjukkan bahwa Anda butuh melakukan peregangan. Peregangan adalah hal yang harus Anda lakukan setiap hari untuk mencegah kram otot atau kekakuan pada otot. Sebelum melakukan peregangan, mulailah dengan melakukan pemanasan dengan berjalan santai selama 3 hingga 5 menit. Berikut adalah gerakan peregangan otot leher yang dapat dilakukan bahkan ketika Anda duduk:

Perlahan-lahan putar kepala Anda ke kanan dan tahan selama 10 hingga 30 detik.

Lakukan hal tersebut namun ganti arah menjadi ke kiri.

Ulangi minimal 3 kali gerakan.

Jika Anda sudah lama tidak melakukan olahraga dan ingin memulai melakukannya kembali maka lakukan dengan pelan-pelan dan bertahap. Anda bisa secara bertahap membangun daya tahan otot, kekuatan otot, keseimbangan, lalu kelenturan tubuh. Hal yang paling sederhana dan mudah dilakukan untuk memulai  berolahraga kembali adalah dengan cara berjalan santai sekitar 5 hingga 10 menit beberapa waktu dalam seminggu ketika Anda berjalan setidaknya 30 menit dan dilakukan dengan rutin, maka tubuh Anda semakin siap untuk melakukan olahraga yang lebih sulit atau lebih lama lagi, karena kekuatan dan kebiasaannya sudah terbentuk, sehingga anda bisa melakukannya dengan rutin di kemudian hari.

 

Cara Mencegah Gejala Asam Urat pada lansia

Mencegah Gejala Asam Urat pada lansia

Asam urat atau biasa di sebut (encok) adalah jenis radang yang terjadi pada sendi yang biasa menyerang orang-orang yang telah memasuki usia lanjut. Asam urat menyebabkan beberapa hal seperti jempol kaki terasa sakit, kaku, dan bengkak, yang berlangsung selama beberapa hari bahkan bisa hingga berminggu-minggu. Gejala asam urat bisa berkembang menjadi kronis jika tidak diobati.

Untungnya asam urat bisa dengan mudah dikelola di rumah. Berikut adalah beberapa tips berguna yang bisa anda coba untuk mengatasi asam urat pada orang lanjut usia. Mengatasi gejala asam urat pada lansia supaya tidak gampang kambuh
1. Mengontrol berat badan
Orang yang memiliki berat badan yang berlebih, lebih mudah dan rentan terkena asam urat. Jadi, menjaga berat badan yang sehat sangat penting bagi lansia yang menderita asam urat. Diet rendah lemak bisa membantu Anda menurunkan berat badan dengan lebih teratur. Tapi jangan terlalu banyak mengkonsumsi daging, jeroan, dan seafood. Ketiganya mengandung banyak kandungan purin yang bisa menaikkan kadar asam urat. kurangi juga minum minuman keras, terutama bir. Alkohol dapat mengurangi kerja ginjal melepas asam urat ke dalam urin, sehingga menyebabkan penumpukan asam urat berlebih di tubuh Anda.
Yang perlu diingat, jangan makan terlalu sedikit kalori atau justru melakukan diet puasa (intermittent). Pola makan yang rendah kalori benar-benar dapat memicu serangan asam urat kambuh kembali. Minumlah setidaknya 10 gelas air setiap hari.
2. Olahraga rutin
Rutin berolahraga dapat mencegah encok kambuh di kemudian hari. Olahraga dapat menunjang program diet sehat Anda untuk menurunkan berat badan demi mengendalikan kadar asam urat dalam darah.
3. Teruskan minum obat yang diresepkan dokter
Obat-obatan yang biasanya diresepkan untuk mengatasi gejala asam urat termasuk kortikosteroid oral atau injeksi (misalnya prednisone), pereda nyeri (seperti colchicine), xanthine oxidase inhibitor (seperti allopurinol dan febuxostat), dan obat uricosuric (seperti acetazolamide, probenesid, dan losartan).
Teruskan minum obat yang diresepkan oleh dokter sesuai dosis dan petunjuk pemakaiannya. Tapi jika Anda tidak atau belum pernah diresepkan obat-obatan ini sebelumnya, jangan minum tanpa sepengetahuan dokter begitu serangan encok datang. Obat-obatan ini hanya berlaku untuk asam urat kronis, dan tidak akan efektif meredakan nyeri akut. Yang ada, keluhan Anda mungkin malah bertambah buruk.
Beritahu dokter tentang semua obat dan vitamin yang Anda minum. Dokter dapat memberi tahu Anda apakah ada obat-obatan yang Anda pakai berpotensi meningkatkan risiko hiperurisemia. Hiperurisemia adalah pembentukan asam urat dalam darah, suatu kondisi yang dapat menyebabkan encok.
4. Menyiapkan diri dengan langkah-langkah mengatasi gejala asam urat ketika kambuh
Mencegah terjadinya asam urat mungkin tidak selalu dapat dilakukan, namun ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan selama serangan asam urat terjadi untuk mengatasi efek rasa sakitnya.
Kompres dingin atau es begitu serangan dimulai untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan. Tapi jangan dikompres lebih dari 20 menit. Beri jeda setiap 10 menit setelah pengompresan pertama sebelum mengulanginya lagi (jika perlu).
Angkat bagian tubuh yang terserang asam urat lebih tinggi dari jantung Anda hingga rasa sakitnya mereda, dan berikan penyangga/pelindung di sekitar daerah yang terkena dampak untuk mengurangi tekanan Cobalah untuk mengistirahatkan daerah yang terserang asam urat.

Direkomendasikan untuk tidak terlalu banyak aktivitas menggerakkan sendi yang kena asam urat selama 24 jam setelah serangan.
Minum obat pereda nyeri, seperti ibuprofren, naproxen, dan indometachin. Namun hindari menggunakan aspirin untuk meredakan ra

sa sakit. Aspirin bisa memperparah gejala asam urat.
Jangan lupa untuk konsultasikan ke dokter untuk mengevaluasi perkembangan kondisi Anda.

2 cara mengatasi masalah tidur di malam hari pada lansia

 

Umumnya senior memiliki banyak masalah untuk tidur sepanjang malam

senior cenderung memiliki waktu sulit untuk tertidur dengan pulas.

Itu berarti Anda mungkin harus bangun saat mereka terbangun. Anda perlu memastikan mereka tidak jatuh saat pergi ke kamar mandi, mencoba pergi ke luar, atau melakukan sesuatu yang membangunkan semua orang rumah.

Itu cukup melelahkan bukan? Kami punya 2 cara untuk mengatasi masalah tidur senior sehingga Anda berdua bisa beristirahat lebih banyak di malam hari.

Penyebab masalah tidur pada senior

Memahami mengapa senior mengalami kesulitan tidur nyenyak dapat membantu memperbaiki situasi Anda.

Seringkali, jika Anda bertanya mengapa mereka tidak bisa tidur, mereka tidak akan tahu atau tidak akan bisa mengungkapkannya dengan jelas. Anda mungkin harus bermain detektif untuk mengetahui penyebabnya.

Berikut merupakan beberapa hal penyebab mengapa senior mengalami kesulitan untuk tidur:

1.Ketidaknyamanan dari kondisi medis
2.Efek samping obat
3.Pergi buang air kecil ketika malam hari
4.Jadwal tidur / bangun tidak teratur
5.Siang hari tidur siang
6.Terlalu banyak waktu yang dihabiskan di tempat tidur
2 cara untuk memperbaiki tidur mereka (dan Anda!)

Untuk membantu Anda berdua tidur lebih nyenyak di malam hari, Anda harus memecahkan masalah situasi, berikut merupakan sedikit ulasannya.

selalu konsultasikan dengan dokter mereka
-Tuliskan saat mereka tidur dan bangun sekitar seminggu sehingga Anda bisa menggambarkan pola atau jadwal dengan jelas.

-Tanyakan apakah rasa sakit akibat kondisi medis atau efek samping obat bisa menimbulkan masalah. Cari tahu apakah jika meningkatkan / menurunkan dosis, mengganti obat, atau mengganti waktu pengobatan bisa memperbaiki situasi.

-Tanyakan apakah obat penghilang rasa sakit ringan sebelum tidur atau jika alat bantu tidur yang lebih aman, seperti antihistamin, bisa membantu.

Mulai merubah gaya hidup
Minuman

Mulailah mengurangi komsumsi minuman yang mengandung kafein, bahkan di siang hari. Mulai lah beralih dari kopi ke the atau ke kopi tanpa kafein jika mereka menolak untuk mengganti minuman mereka.

Batasi cairan beberapa jam sebelum tidur. Cobalah untuk membuat mereka minum lebih banyak air di awal hari.

Selalu meminyaki mereka (setidaknya mencoba) sebelum tidur.

Jika mereka bangun karena khawatir tentang kecelakaan, dorong mengenakan pakaian dalam sekali pakai di malam hari – tidak harus menggunakan, hanya untuk ketenangan pikiran.

Rutin

Buat jadwal kegiatan regular untuk mereka . Bangun dan tidur pada waktu yang sama setiap hari membantu memberi isyarat kepada tubuh mereka bahwa sudah waktunya tidur.

Batasi panjang dan frekuensi tidur siang siang, terutama di sore hari.

Turunkan jumlah waktu yang dihabiskan di tempat tidur. Misalnya, jika mereka biasanya tidur dari jam 10 malam sampai jam 8 pagi, pertimbangkan untuk pindah ke jadwal pukul 11 malam sampai jam 7 pagi.

Cobalah periode angin turun mulai satu jam sebelum tidur. Mainkan musik yang menenangkan, fokus pada aktivitas yang lembut, atau berikan pijat singkat untuk melemaskan otot.

Kenyamanan

Periksa untuk melihat apakah kasur mereka nyaman dan mendukung.

Jaga ruangan pada suhu sedang agar tidak terlalu panas atau terlalu dingin.

Pertimbangkan untuk mendapatkan bantal atau boneka binatang untuk dipeluk sehingga mereka merasa aman dan hangat.

10 Makanan yang di rekomendasikan untuk warga senior

Setiap orang memang sebaiknya rajin mengonsumsi makanan sehat. Namun seiring bertambahnya usia, lebih baik pola makan semakin dijaga karena penyakit juga mudah datang menyerang.

di kutip dari lama EHow, berikut merupakan makanan yang di rekomendasikan untuk sering di konsumsi oleh warga senior . Apa saja? Simak langsung selengkapnya.

1. Gandum

Gandum utuh adalah makanan pertama yang wajib dikonsumsi ketika usia sudah mencapai 50 tahun. Fungsinya adalah melancarkan pencernaan karena kandungan seratnya yang tinggi.

Agar gandum bisa dikonsumsi setiap hari, jadikan makanan ini sebagai pengganti nasi. Sebab selain serat, gandum juga mengandung berbagai nutrisi lain yang tidak ditemukan di dalam nasi.

2. Kacang-kacangan

Makanan super lain bagi Anda yang berusia 50 tahun ke atas adalah kacang-kacangan, termasuk di dalamnya kacang merah, kacang hitam, dan jenis kacang-kacangan lainnya.

Kacang-kacangan mengandung serat, protein, dan kalium yang bekerja melawan sodium – biasanya memicu peningkatan tekanan darah. Karena kandungan proteinnya yang tinggi, kacang-kacangan bisa dibilang sebagai pengganti daging bagi vegetarian.

3. Kentang

Makanan sehat lain yang kaya akan kalium adalah kentang. Sebaiknya kentang ini pun dinikmati bersama kulitnya yang juga bernutrisi.

Cara paling sehat memakan sayuran putih ini adalah dengan cara dikukus, dipanggang, atau dihaluskan. Ketika mengolah kentang, jangan membuang kulitnya. Namun jangan lupa untuk membersihkan kentang dengan baik agar tak ada pasir yang masih tertinggal di kulit.

4. Ikan

Dengan menambah asupan asam lemak omega-3, kondisi tubuh di usia 50 tahun akan semakin kebal terhadap penyakit. Selain itu, asam lemak omega-3 juga ampuh melawan penurunan kognitif otak dan penyakit Alzheimer.

Lantas apa sumber asam lemak omega-3 terbaik yang bisa dikonsumsi? Jawabannya adalah ikan salmon. Sebaiknya nikmati makanan segar daripada mendapatkan nutrisi tersebut dari suplemen.

5. Alpukat

Untuk urusan buah, alpukat adalah makanan yang wajib dikonsumsi jika usia sudah mencapai 50 tahun. Sebab di dalamnya mengandung lemak baik yang menyehatkan jantung.

Buah alpukat yang lezat pun bisa dinikmati dalam berbagai olahan makanan. Misalnya dimakan langsung, diolah menjadi jus, campuran salad, sampai olesan roti sebagai pengganti selai.

6. Blueberry

Buah lain yang juga lezat dan sehat adalah blueberry. Di dalamnya kaya akan antioksidan yang menjaga kekebalan tubuh, terutama bagi orang-orang lanjut usia.

Selain blueberry, buah berwarna ungu lain yang bisa dikonsumsi adalah plum dan anggur. Meskipun demikian, semakin berwarna-warni buah-buahan yang dimakan, semakin baik dampaknya bagi kesehatan. Jadi jangan ragu mencoba berbagai jenis buah lainnya.

7. Apel

Sama seperti kentang, buah apel, pir, dan persik memiliki kandungan nutrisi tinggi dalam kulitnya. Sehingga ketika makan buah-buahan tersebut, jangan membuang bagian kulit dan langsung nikmati dalam bentuk segar.

Buah paling baik dinikmati dalam bentuk segar. Sebab kandungan nutrisinya lebih tinggi dan masih lengkap. Namun jika ingin mengolahnya menjadi jus, jangan mengupas kulitnya. Sebab membuang kulit apel sama dengan membuang nutrisinya.

8. Kopi

Kabar baik bagi pecinta kopi, sebab minuman ini juga dianjurkan agar tetap dikonsumsi di usia 50 tahun ke atas. Namun jangan lupa untuk membatasi konsumsinya sebanyak satu cangkir saja setiap hari.

Kopi merupakan minuman yang kaya akan antioksidan. Meskipun demikian, penting bagi sebagian orang untuk berkonsultasi lebih dulu dengan dokter jika ingin tetap menikmati kopi di usia 50 tahunan.

9. Kue kering

Banyak orang menganggap makan sehat artinya menghapus konsumsi makanan yang rasanya manis. Padahal hal itu tidak benar. Makanan manis tetap bisa dikonsumsi, asalkan jumlahnya dibatasi.

Salah satu cara menikmati makanan manis adalah dengan makan kue kering. Anda bisa membuatnya sendiri dari bahan-bahan yang aman dan menyehatkan. Pemanis pun bisa diganti dari gula menjadi madu yang lebih bergizi.

10. Air putih

Air putih adalah komponen penting dalam diet sehat di segala usia, salah satunya bagi lansia di atas umur 50 tahun. Fungsi minum air putih sangat beragam. Mulai dari mengusir racun dari dalam tubuh sampai mengedarkan nutrisi ke seluruh sel.

Air putih adalah pilihan terbaik. Namun jika bosan dengan rasanya, coba tambahkan irisan lemon, semangka, strawberry, atau buah-buahan lain yang menyegarkan.

7 Tips yang bisa di terapkan agar Sehat Di Musim Hujan

Di Pergantian musim dari musim kemarau ke musim penghujan ini biasanya membuat tubuh lebih rentan terhadap gangguan kesehatan. Karena tubuh kita dipaksa beradaptasi dengan suhu dan kelembapan udara yang berbeda daripada sebelumnya.

 

berikut merupakan 7 Tips Agar Tetap Sehat Di Musim Hujan yaitu:

Konsumsi Vitamin
Saat pergantian musim dari musim kemarau menuju musim penghujan tubuh biasanya akan tidak secara langsung menyesuaikan kondisinya, melainkan melalui sebuah proses terlebih dahulu.

Nah, proses inilah yang biasanya mempengaruhi system imun atau kekebalan tubuh manusia menjadi lebih lemah. Saat sistem kekebalan tubuh menurun, maka penyakit akan lebih rentan menyerang. Untuk itulah konsumsi vitamin C amat dibutuhkan untuk menjaga kestabilan system imun.

Pastikan untuk Selalu ‘Higienis’ Setiap Hari
Saat musim penghujan kuman dan bakteri akan berkembang biak lebih leluasa karena kelembapan yang begitu tinggi. Untuk itulah, mengapa tubuh akan lebih rentan terhadap gangguan tubuh.

Selain itu, tangan adalah media paling umum masuknya kuman dan bakteri kedalam tubuh, secara tidak sadar Anda akan lebih banyak memasukan kuman dan bakteri kedalam tubuh melalu tangan seperti makan menggunakan tangan, menyentuh organ tubuh lain mngguankaan tangan dan lain sebagainya. Untuk itu, pastikan Anda untuk selalu higienis setiap hari dengan cara selalu membiasakan mencuci tangan.

Bersihkan Lingkungan
Hujan yang terus menerus mengguyur saat musim penghujan membaut klingkungan menjadi lebih kotor daripada saat musim kemarau.

Hal ini dipicu karena tingkat kelembapan udara yang lebih tinggi yang membaut sampai atau limbah menjadi lebih mudah membusuk yang pada akhirnya menjadi sumber kuman. Untuk itu, bersihkan lingkungan pada tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang untuk kuman dan bakteri berkembang biak.

Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh
Seringkali orang mengabaikan konsumsi terhadap air putih terutama saat musim penghujan, udara yang dingin menjadikan alasan rasa haus jarang terjadi, untuk itu seringkali Anda melewatkan mengkonsumsi air putih secara cukup.

Oleh sebab itu, pastikan jika Anda tetap mengkonsumsi cairan sedikitnya 1,5 liter perhari. Apabila Anda bosan terus-terusan mengkonsumsi air putih, air tersebut bisa ubah menjadi the tawar hangat atau air jahe yang akan membuat tubuh terasa lebih hangat.

Jaga Asupan Makanan
Tetap jaga asupan makan sehat Anda terutama saat musim penghujan. Ada baiknya, perbanyak konsumsi makanan hangat dan berkuah agar tubuh tetap merasa hangat meski udara begitu dingin. Misalnya konsumsi sup kuah, sayuran dengan kuah hangat, soto ayam dan makanan berkuah sehat lainnya.

Makan Saat Lapar
Suhu yang dingin saat musim penghujan biasanya membuat nafsu makan menjadi lebih besar. Namun sayangnya metabolisme saat musim ini menjadi lebih lambat daripada biasanya.

Namun usahakan pula untuk tidak melulu menuruti nafsu mengemil ketika perut belum terlalu merasa lapar. Perut yang secara-terus menerus diisi tanpa ada proses pembakaran yang seimbang tentunya tidak akan membawa dampak baik untuk kesehatan Anda.

Perhatikan Pola Tidur
Udara dingin saat musim penghujan mengundak rasa kantuk yang melulu. Namun jangan pernah menghiraukan rasa kantuk ini. Ambilah waktu istirahat dan tidurlah secukupnya, namun jangan pula tidur dengan waktu atau porsi yang berlebih.

Karena tubuh yang mendapatkan porsi tidur yang berlebih akan membuat tubuh menjadi lemas dan kaku pada otot. Selain itu, hindari pula begadang atau terjaga hingga larut malam. Tidur yang cukup bisa memulihkan kembali stamina dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh. Untuk itulah, pastika jika Anda memiliki waktu tidur yang cukup dimalam hari.

Merawat Lansia, sebuah kesenangan dan dedikasi dalam hidup

Di Indonesia, sebagai negara yang kental dengan adat ketimuran, bukanlah sebuah hal yang aneh bila dalam satu keluarga terdapat anggota keluarga yang telah lanjut usia (lansia). Lansia yang tinggal bersama kita bisa saja adalah orang tua kita, nenek atau kakek kita atau bahkan lansia yang dititipkan perawatannya kepada kita.
Pada kebanyakan negara maju, lansia banyak menghabiskan sisa hidupnya di panti – panti jompo. Pada kondisi ini tentu saja permasalahan yang terjadi tidak sekomplek bila lanjut usia dirawat di rumah. Pada panti jompo, fasilitas dan sarana perawatan telah didisain sehingga cocok untuk usia lanjut. Terlebih kebahagiaan berkumpul bersama kawan – kawan yang seusia meminimalkan respon stres pada lansia.
Fasilitas dan sarana di rumah belum tentu serupa dengan lingkungan panti jompo namun hal tersebut tentu saja tidak menjadi alasan dan hambatan dalam merawat lansia yang tinggal bersama kita. Hanya dibutuhkan teknik modifikasi lingkungan bagi lansia yang tinggal di rumah. Beberapa hal yang dapat diuji coba bersama lansia kita dirumah diantaranya :

1. Kenali psikologis warga senior, Para lansia kebanyakan akan kembali bersikap seperti anak kecil bahkan sikapnya bisa saja melebihi kemanjaan seorang balita. Tidak perlu risau, dengan memahami apa – apa yang menjadi kebutuhan lansia, kita akan bisa menjalani kehidupan yang menyenangkan bersama lansia.

2. Sediakan waktu untuk mendengarkan, Kebanyakan lansia terkait dengan pengalaman hidupnya sangat menyukai bercerita tentang masa lalu. Jangan pernah bosan untuk mendengarkan, penempatan diri sebagai pendengar yang baik tentu akan sangat membantu, walaupun kemungkinan cerita itu telah diulang sebanyak hampir seratus kali. Pikirkan bahwa suatu waktu kita mungkin saja mencapai kondisi seperti itu pada masa tua nanti.

3. Kenali saat lansia marah, Adakalanya lansia marah atau kecewa terhadap suatu hal yang tidak bisa dijelaskan penyebabnya. Penerimaan sepenuhnya terhadap kondisi marah dari lansia akan membantunya untuk kembali berpikir logis.

4. Perhatikan lingkungan rumah, Selain perhatian terhadap aspek psikologis dari lansia, hal lain yang perlu diperhatikan adalah keamanan lingkungan rumah, diantaranya : Pencahayaan, Upayakan rumah dengan pencahayaan yang cukup terutama pada tempat tempat yang sering dilalui lansia, misalnya kamar mandi, ruang makan, ruang baca, dan sebagainya.

Jangan sampai ada genangan air, Secara fisik, lansia telah banyak mengalami kemunduran. Hal tersebut tentu saja meningkatkan risiko cedera pada lansia, diantaranya terjatuh, maka keluarga bertanggungjawab untuk menjaga agar lansia tidak jatuh, salah satunya dengan tidak membiarkan adanya genangan air dilingkungan rumah.

Sediakan alat bantu, Alat bantu yang dimaksud dapat bervariasi. Sebagai contoh, peletakan tiang atau gagang pegangan pada kamar mandi dan tangga akan sangat membantu bagi lansia. Letakkan penunjuk arah/waktu atau nomor telepon penting dengan tulisan yang cukup besar dan mudah terlihat, Lansia ada yang sudah mengalami disorientasi tempat dan waktu. Penempatan jam pada dinding yang sering dilalui lansia merupakan pilihan bijaksana.

Disamping itu, penempatan penunjuk arah akan membantu lansia dapat segera menemukan ruangan yang ditujunya. Untuk nomor telepon penting atau sering digunakan oleh lansia sebaiknya diletakkan/di tempel didekat pesawat telepon.Besar tulisan harus diupayakan cukup besar agar terbaca oleh lansia. Jangan gunakan warna yang menyolok, karena dapat menyakiti mata lansia.

5. Bantu lansia melaksanakan hobi nya, Setiap orang selalu ingin melaksanakan hal – hal yang menjadi kesukaannya, begitupun dengan lansia. Sediakan kebutuhan bagi pelaksanaan hobi lansia, hal ini akan sangat membantu bagi kesehatan psikologisnya yang secara tidak langsung akan berefek bagi kesehatan fisiknya. Untuk lansia yang gemar membaca, sediakan buku – buku bacaan sesuai minatnya. Dengan membaca terjadi stimulasi otak lansia yang dapat mengurangi efek pikun bagi lansia.
Bila kita telah mencoba beberapa tips diatas, maka kehidupan bahagia bersama lansia akan tercapai. Lansia bukan lagi dipandang sebagai individu yang merepotkan namun sebagai individu yang berjasa terhadap kehidupan kita. Bila kita menjadi lansia kelak, bukankah kita juga menginginkan perlakuan serta perawatan yang baik dari anak dan cucu kita? Jika ya, maka berbahagialah bersama lansia dirumah.